Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Oktober 2017

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam Day 3

Melanjutkan postingan saya beberapa hari yang lalu tentang jalan-jalan day 2 di sini. Sekitar pukul 5 pagi kami sudah bangun, lalu siap-siap, mandi, sholat, lalu sarapan. Sekitar jam 8 kami berangkat jalan-jalan, rombongan kami bertambah 1 orang menjadi berempat dengan Angga. Sebelum berangkat kami check out dulu, karena nanti malam kami akan balik ke Malaysia, dan si Angga langsung ke Changi Airpot menginap di sana karena pesawatnya pagi sekali. Kami menitipkan tas di lobi, kami akan mengambilnya kembali setelah selesai jalan-jalan. Tujuan utama kami hari ini adalah ke Sentosa Island, dimana di sana ada spot foto menarik, unilever studio haha. Saya lupa kami harus naik MRT ke mana dulu,cuma cukup mudah dicari. Silakan ke petugas MRT di sana anda akan diberi tahu turun di stasiun apa saja dan diberi peta perjalanan kereta. O ya, perjalanan kami hari ini di dampingi Guide dadakan, si Angga, anak Jogja yang ketemu di hostel yang bolangers juga. Sebbenarnya si Angga ini sudah ke pulau Sentosa kemarin, namun karena bersama temannya yg bule dr mana sy lupa, dia nggak bisa ambil foto banyak-banyak ahaha. Jadi hari ini  dia ingin belik ke sana untuk foto2 wkwk, tipe2 backpacker Indonesia banget >.<

Sepengetahuan saya, Pulau Sentosa merupakan pulau reklamasi atau pulau buatan yang tujuannya adalah untuk menghindari asbrasi air laut. Seperti yang kita tahu bahwa Singapura merupakan negara yang sangat kecil secara luas wilayah, namun secara teknologi masyarakatnya benar-benar sangat canggih dan teratur. Selain memperluas wilayah, pulau buatan ini bertujuan supaya wilayah Singapura tidak berkurang secara terus menerus. Tata kota di Singapura sangat bersih dan menarik. Mengatur negara dengan wilayah yang tidak luas dan berpenduduk kecil tentu seharusnya lebih mudah jika dibanding dengan mengurus negara besar dengan jumlah penduduk salah satu terbesar di dunia, no mention :D. 

Untuk menyebrang ke pulau Sentosa kita bisa menggunakan semacam train dengan biaya $2 SGS dan jalan kaki melewati jembatan. Lumayan jauh sebenernya, seinget saya lebih dari 1 km. Tenang saja, untuk yang tidak kuat berjalan, di jembatan banyak terdapat eskalator-eskalator kayak dibandara-bandara itu (saya lupa namanya apa, silakan cek di gambar). 


(Pulau Sentosa dari daratan seberang)


(Jembatan penghubung ke pulau Sentosa)

(Eskalator yang saya maksud, tinggal berdiri, kita sudah berjalan sendiri)

(Full team, di tengah-tengah jembatan penghubung ada spot-spot menarik)

Tujuan utama jika ke Pulau Sentosa tentu saja adalah patung Globe ciri khas Universal Studio,haha. Kami cukup foto di depannya saja, tidak masuk karena tiketnya yang wow sih, 500 ribu,haha. Di Pulau Sentosa terdapat bis yang mengantarkan dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, dan itu gratis,haha. Kami sempat beberapa kali naik bus tersebut dan kebetulan sepi sekali. Kadang-kadang 1 bus hanya ada kami berempat, mungkin ini karena bukan hari libur.  

Di depan Universal Studio


Bis Gratis antar tempat wisata di Pulau Sentosa

Ini tempat parkirnyam sekaligus halte bus tempat menunggu bis gratisan


Setelah jalan-jalan di sekitar Universal Studio, kami mencoba mencari Pantai. Saat itu di Jogj saya belum ke pantai sama sekali, dan akhirnya dapat pantai di Singapura,haha namanya Siloso Beach. Kami turun di stasiun bus tersebut.

Halte bus di Pantai Siloso


Pantai Siloso

Karena bukan hari libur, pantainya sepi banget, haha. Terlalu cantik ini pantai buatannya, bersih sekali yang jelas.  Jadi pantainya itu semacam laguna, bisa dibilang tidak ada ombak, karena ada penghalang dengan lepas pantainya. 
Di belakang adalah batas dengan pantai bebas. Ada jembatan di tengah-tengah pantai buatan 

Laut lepas, lebih berombak, tapi relatif kecil juga sih

Sebenarnya masih ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pulasu Sentosa, tapi karena kemarin ada acara pisah dan nyasar, kami ingin foto bareng di merlion park, kami menuju ke merlion dengan MRT lagi.

Mengisi ulang air, beda dengan yang di kampus, air isi ulang disini seperti air es, dingin. Kondisi saat itu, lapar, capek, dan haus,haha. 

Akhirnya kami segera ke mall terdekat dan mecari halal food. Saya lupa nama mall nya apa, yang jelas mall yang dilewati ketika akan menyebrang Pulau Sentosa. Di lantai 4 kalo tidak salah ada food court. Ketika kami akan makan, kami melihat ada artis Indonesia, mbak Nafa Urbach dan Suaminya Okan pergi keluar. wah, gak sempat foto bareng,haha.  

 Iseng di jalan mumpung sepi



Merlion park, ambil foto tulisan2 titipan anak2,haha

Setelah itu kami balik e hostel, ambil tas dan kami berpisah disana dengan Angga. Dia langsung ke airpot, dia dapat tiket Bandung Singapore, sedangkan kami balik ke Malaysia dulu karena tiket kami KL-Jakarta. Kami segera ke stasiun bis, dan ke Johor baru untuk naik bis malam ke KL. Sekitar jam 9 kami naik bis, dan sekitar jam 2 kami tiba di tterminal bersepadu Selatan. Last day in KL. Ngapain?? :D 

See you di postingan terakhir saya, last day :D


Senin, 13 Juni 2016

JOINING PARE SPRING SCHOOL PROGRAM (Population, Activity, Resource, and Environment)

Lama sekali saya tidak menulis blog. Hampir setengah tahun :) 6 bulan ini banyak hal yang sudah saya lewati. Tentu saja saya masih berkutat dengan penelitian saya, hehehe. Saya masih kerja di lab, mengumpulkan secuil demi secuil data untuk di pertahankan hasilnya di sidang nanti. Btw kapan sidang mik? ntar kalo sudah daftar sidang, hahahhaa

Member tim 1 PARE Spring School 20016, dari kiri ke kanan: Habu, Akane, Golf, Mike, Icha di Srinakharin Dam, Site Sampling 2. 

Selain bergelut dengan riset, bulan Maret lalu saya mengikuti program Spring School PARE  (Population, Activity, Resource, and Environment) di Thailand, 7-22 maret 2016. Pertama kali saya mengetahui program PARE dari salah satu dosen saya, kemudian saya mencari tau lebih tentang program ini. Program PARE menurut saya sangat relevan dengan bidang studi saya saat ini. Berdasarkan hasil pencarian saya, program ini dapat menambah pengalaman saya, terutama pengalaman praktik lapangan. Program ini concern terhadap isu lingkungan yang juga merupakan concern saya saat ini. Masalah lingkungan merupakan masalah nyata yang masih sering diabaikan oleh kebanyakan orang.  

Makan siang di tengah laut, di Agrowisata Hutan Bakau, saya lupa tempatnya

(perjalanan mengelilingi Koh Kret Island di sungai Chao Praya, Bangkok)


Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya bergabung dengan program ini. Dalam Hal Akademik:  Saya belajar banyak tentang penggunaan instrument pengukuran kualitas air, seperti pH meter, turbidimeter, kit penguji konsentrasi silica, nitrat, sulfat, material, COD, BOD, dll. Saya juga belajar tentang parameter2 kualitas air bersih, analisis lingkungan, serta penggunaan GIS untuk analisis masalah di lingkungan dihubungkan dengan letak geografis. Dalam Hal Non-Akademik: Saya mendapat banyak pengalaman baru berdiskusi dengan teman-teman baru dari Negara yang berbeda-beda. Kami dapat sharing berbagai pengalaman, pola pikir, serta menambah kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Semua berjalan lancar? tentu tidak. Karena saya muslim dan mayoritas penduduk di sana adalah non muslim, maka agak susah untuk menemukan makanan halal dan tempat ibadah. Namun Panitia sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan panitia local yang mengantarkan peserta muslim untuk membeli makanan halal (di luar kampus, di dalam kampus ada kantin halal), dan memintakan izin kepada pemilik rumah makan untuk menyediakan tempat untuk ibadah solat. Selain itu, teman-teman sesama peserta yang berasal dari Thailand juga sangat membantu dalam hal komunikasi dengan warga local, baik saat membeli makan, mencari tempat solat, dan wawancara untuk mendapatkan data lingkungan sekitar.

Saat mengikuti program ini saya sangat tertarik terhadap semua materi dan saya merasa sangat senang bisa bertemu dengan pemateri pemateri yang ahli di bidangnya serta teman-teman yang selalu terbuka untuk diajak berdiskusi. Selain sesi akademik, materi, sampling, presentasi, tugas akhir, panitia juga menyediakan program refreshing, ssat itu kami datang ke agrowisata hutan bakau. Di sana kami menanam pohon bakau, makan siang di tengah laut, dan bermain ski. Jadwal yang sangat padat, membuat kebersamaan kami semakin terasa. 

Sebenernya sangat banyak hal yang ingin saya tulis disini, namun karena keterbatasan waktu dan kesempatan. InsyAllah saya akan menulis semua aktivitas saya disana selama 22 hari. Semoga diberi kesempatan ya. see yaa, thanks for reading.

Sabtu, 14 November 2015

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam

DAY 1

Perjalanan panjang ini dimulai ketika awal oktober saya nemu di twitter jika dengan 1 dollar dapat jalan-jalan ke luar negeri. Paginya saya langsung mengajak salah satu teman saya untuk  berburu tiket murah dar Air Asia dan mendapatkan harga Rp.1.250.000,- untuk tiket PP Jakarta-KL untuk 3 orang dengan tanggal 9-12 November 2015.

Karena posisi di Jogja, dan saya harus ke Jakarta dulu, maka pada tanggal 8 November saya sudah harus memulai perjalanan low cost ini. Tanggal 8 sore saya naik kereta Progo ke Jakarta dan sampai sana tengah malam. Berdasarkan hasil browsing dan tanya sana sini, saya putuskan untuk naik taksi dari pasar senin ke Bandara Soetta. Biaya taksi stasiun pasar senin ke Bandara Soetta terminal 3 sekitar 170 ribu pada malam hari.

Jadwal penerbangan saya adalah jam 6.25 pagi dan alhamdulillah tidak delay. 2 jam kemudian, sekitar pukul setengah 10 pagi (waktu KL lebih cepat 1 jam dari di Jakarta) saya sudah sampai di KLIA2, yeay, welcome to Malaysia. :). Bandara KLIA2 ternyata luas sekali, dan untuk menemukan imigrasi dan berhasil keluar dari sana, saya perlu waktu sekitar satu jam. Kami sempat nyasar ke area TKI yang sedang menunggu jemputan dari majikannya, hehe.

Dari Bandara KLIA2 menuju Kuala Lumpur ada beberapa alternatif kendaraan yang bisa digunakan, yaitu KLIA express dengan kereta seharga 35 MYR, taksi, dan Skybus seharga 11 MYR. Pilihan saya jatuh kepada skybus yang memang harganya paling murah, hehe. Waktu tempuh sekitar 1 jam. Pukul 12an saya sudah sampai di KL central, semacam pusat transportasi dari berbagai kendaraan umum yang ada di Kuala Lumpur. Kami langsung menitipkan tas di Loker dengan biaya 10 MYR dan muat untuk 3 tas ransel besar hingga jam 12 malam. Lumayan, kami tidak perlu membawa tas besar dan berat untuk jalan-jalan ke mana-mana. Selanjutnya kami makan siang di KL central, nasi lemak seharga 11 MYR dan rasanya lumayan enak, mungkin karena kami juga sudah lapar,haha.

Setelah mengisi energi kami, perjalanan pertama adalah menuju Batu Caves. Dari KL central kami mengambl kereta KTM menuju Batu Caves seharga 2 MYR. Perjalanan sekitar 30 menit saja. Untuk tiket masuknya gratis. Letak batu caves sendiri adalah tepat di sebelah stasiun KTM batu caves. Just need 3 minutes walk :). Batu caves sebenarnya merupakan tempat ibadah bagi warga beragama budha atau Hindu, saya kurang paham juga. Di sana saya melihat ada patung hanoman besar serta patung Budha yang sangat besar. Disana juga terdapat banyak burung dara sehingga kami seperti berada di erpoa,haha. Ada sebuah goa yang untuk masuk kami dikenakan biaya sekitar 5 atau 10 MYR dan kami tidak masuk,haha. Kami berjalan memutari kompleks dan menemukan Goa yang harus dinaiki sekitar  200 anak tangga. Lumayan berat sh naik tangga ini, namun karena sudah jauh-jauh datang ke sini, kami memutuskan untuk  naik. Di dalam terdapat kuil kuil kecil serta udaranya terasa sangat sejuk. Di beberapa tempat ada air yang menetes dari langit-langit goa. Menurut beberapa blog yang saya baca, disana banyak kotoran kelelawar, namun ketika saya ke sana saya tidak menemukannya, atau memang mata saya tidak fokus melihat itu ya,,haha. Setelah puas berfoto-foto kami kembali ke stasiun KTM dan hampir saja kami kehujanan jika kami telat sedikit saja.


Kami kembali ke KL central dan melanjutkan perjalanan ke TwinTowers alias menara Petronas. Sebelum pergi kami muter muter di sekitar mall KL center dan melihat apa saja isinya, terutama kuliner apa yang bisa kami nikmati,hehe. Pilihan jatuh kepada aneka macam mie mie, karena cuaca sedang hujan. Harganya 8 MYR untuk seporsi. Selesai makan, kami bergegas ke menara petronas. Berdasarkan peta yang kami dapat dari informantion center, kami harus naik LRT ke KLCC dengan biaya 1,6 atau 1,4 MYR, saya lupa brapa pastinya. Yang jelas tidak sampai 2 MYR. Waktu yang diperlukan sekitar 15 menit. Di sana kami berfoto-foto dan wihh, keren, gedung 88 lantai ini nampak megah. Kami menghabiskan sunset kami disana. Coba kami bisa naik ke puncak gedung, pasti sunsetnya cantik banget ya :) Sekitar pukul 8 malam kami kembali ke KL center dengan kereta yang sama. Lalu kami mengambil tas kami di loker, Saatnya ganti negara, yeah we are going to go Singapore :)

Dari KL center, kami naik KTM ke TBS atau Terminal Bersepadu Selatan, biayanya 1 MYR kalo nggak salah. Sekitar 15 menit lah kami sampai. Kami ke loket informasi dan bertanya where we can buy the bus tickets. TErnyata semua loket yang ada di sana melayani pembelian untuk semua jenis tiket bus. ada belasan loket dan kami bisa memilih langsung salah satunya. Kami berangkat ke salah satu loket dan mendapat harga sebessar 35 MYR perorang, mahal,hehe ya seratus ribu lebih lah. Bis yang kami naiki cukup nyaman, satu baris hanya terdiri 3 kursi, yaitu 2 dan 1 sehingga kursinya cukup lebar dan nyaman untuk tidur. Ac nya juga dingin. Perjalanan dari TBS ke terminal Larkin, Johor Baru sekitar 5 jam, lumayan buat tidur, hehe tidak perlu nginap di hotel. Jam 4 pagi kami sampai di terminal Larkin. Nah, untuk terminal ini teman2 harus agak waspada, karena begitu turun akan ditawari banyak sekali taksi, yang tentunya harganya mahal. Tolak saja secara halus. Seorang driver taxi sempet bilang kalo mau ke singapore harus ke johor baru, bukan ke Larkin, jadi harus naik taksi dulu. Belakangan ini saya tahu kalo Johor Baru adalah nama kotanya dan Larkin adalah terminalnya, sama seperti di KL, Kuala Lumpur adalah nama kota, dan terminalnya adalah TBS. Untung saat itu saya tidak terpengaruh oleh sopir taxi tersebut. Saya bergegas ke toilet dan bersih2 dulu. Di kamar mandi saya bertemu dengan ibu-ibu yang ternyata orang Indonesia juga, dan sedang menuju ke Singapore. Wah, alhamdulillah, kami dapat teman untuk ke SIngapore. Ternyata kami tidak perlu naik taksi, cukup naik bis dengan harga 2,5 MYR, g ada sepuluh ribu rupiah, hehehe. Akhirnya kami menunggu bis yang datang sekitar jam 6 pagi. Bis yang kami tumpangi adalah SBS transit bus. KAmi mendapat tiket dan jangan sampai hilang, karena nanti di perjalanan kami akan turun sebanyak 2 kali, yaitu di imigrasi malaysia dan imigrasi Singapore.

Di perhentian pertama, kami turun dan antri untuk mengecap paspor. Oiya, untuk orang dengan paspor dari luar Malaysia dan singapore, antrilah di loket yang ada tulisann ALL PASPORT, karena di kedua negara ini, meprioritaskan warga negara Malysia dan Singapore, sehingga loket antriannya pun berbeda. Di imigrasi Malaysia semua lancar. Di perhentian kedua, imigrasi SIngapore, kami harus masuk ke dalam office dulu, huhuhu, karena kami baru pertama kali akan masuk Singapore. Di imigrasi ini kami juga harus mengisi formulir. Di office kami ditanyai ttg status kerja apa student, mau ngapain di sana, bawa uang berapa, mau nginep dimana, ya standar lah. Alhamdulillah lancar, dan kami segera bisa lanjut. Kmi mencari bisa dengan merek yang sama sehingga tidak perlu bayar lagi. Dan Taraaa, kami akhirnya sampai do Orchid Street, perhentian bus terakhir kami. Saatnya menuju hostel yang sudah kami pesan, katanya sih nggak jauh. See you di Days 2 :)