It's my place to share what I feel, what I have and what I think, Be yourself and find a unique side of you,, Taare Zamen Paar,, Every person is unique
Minggu, 18 September 2016
Jumat, 16 September 2016
Wanita Bisa Apa :)
Wanita adalah salah satu makhluk Tuhan yang diciptakan dari tulang rusuk kaum adam. sesuai kodratnya, tak perlu susah susah atau mempersulit diri untk menjadi tulang punggung. Saya wanita. Dan saya menyadari itu. Kalaupun nanti saya bekerja, niat saya bukan untuk menjadi tulang punggung. Saya hanya ingin melakukan sesuatu yg bermanfaat bagi orang lain. Ada yang bilang ke saya, kalo ilmu yang diamalkan itu bisa jadi penolongmu nanti, pahalanya mengalir meskipun kita sdh meninggal.
Yang ini sedikit curhat colongan dari saya, dan beberapa teman wanita lainnya. Sahabat sahabat saya selalu mengatakan bahwa saya ini orangnya kacau. Kalo ngomong ndak pernah serius dan banyak bercandanya. Pernah serius, tapi mesti dikemas dalam guyonan guyonan khas saya. Cerita sedih pun akhirnya terlihat seperti happy ending. Ternyata beberapa teman saya, seringkali menilai bahwa saya orangnya terlalu serius dan jarang bercanda. Wah ini, apa iya?? Orang2 luar seringkali melihat saya seperti itu. Waktu saya suka sama orang, mereka melihatnya juga datar datar saja. Duh, saya sepertinya kurang ekspresif.
Kadang saya berfikir, ketika saya jatuh cinta, is it okay for me to start first? Bukan bukan karena saya jaim. Saya cuma takut kalo ternyata cuma bertepuk setengah jari, sebelah tangan. I try to read whats on your mind and you know, I read nothing. Selain takut bertepuk sebelah hati, halmkedua yg saya takuti adalah, ketika dia sudah tau saya suka dia, lalu dia tidak, lalu ada rasa nggak enak diantara kami, gmn?? No, I dont want to be in that situation. Cewek mah bisa apa? Mau ngomong juga susah.
Didoakan saja. :)
Selasa, 13 September 2016
Perjalanan ini
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk di sampingku kawan
Tiba tiba teringat sepenggal lagu Ebiet, melihat hamparan luas padi yang menghijau. Sepertinya kondisi yang dilihat Ebiet dan saya berbeda saat itu.
Indonesia negeri yang sangat kaya raya, sumber daya alam melimpah ruah dimana mana. Sewaktu saya masih SMA seringkali dengar berita bahwa cadangan minya Indonesia sdh hampir habis, tinggal berapa puluh tahun lagi. Saya baru tau, asumsi itu berlaku jika tidak ditemukan sumber2 minyak yg baru. Dan pada kenyatannya, sumber sumber minyak bumi semakin banyak ditemukan.
Ironisnya, anak bangsa hingga saat ini belum bisa mengambil dan mengolah secara mandiri. Perusahaan perusahaan asing lah yang justru mengolahnya. Teringat kata kata dosen saya atau saya baca di sebuah artikel, saya agak lupa. Jepang, mereka tidak punya sumber daya alam yg melimpah seperti minyak bumi, namun mereka punya oil company yg besar. I have to realize that it seems ridiculous.
No, no. Saya tidak akan mengkritik siapa pun. Toh pada kenyatannya saya belum punya skill apa apa untuk mengatasi masalah ini (jika ini kita anggap masalah :) ) Terkadang merasa menyesal, apa yang sudah saya lakukan buat negeri ini.
Bagi saya pribadi, ayo kita saling bersatu, mengabdi pada negeri. Tidak harus menjadi seperti A, B, atau C. Saya percaya bahwa setiap orang punya keunggulan masing masing. Punya passion masing masing. Lakukan tanggung jawabmu dengan baik. Menghindari berlaku curang tentunya sudah sangat membantu. Saling bantu sesama kawan, sesama warga masyarakat. Bukan mempersulit atau memperkaya diri sendiri. Dan saya percaya suatu saat negeri ini pasti bisa berjaya di tanah nya sendiri. Amin :D
Written, 13 sept 2016.
Otw from Caruban station to Madiun Station, 15.33 WIB
Jumat, 09 September 2016
Setelah ini
Penghujung masa studi S2. Whay do you feel mik? :) sekarang saya masih berjuang melengkapi data data yang kurang lengkap. InsyAllah segera selesai. Kemudian ngolah data yg 80% sdh saya kerjakan. Tinggal sisanya interpretasi dari hasil olahan dan menulisnya dalam bentuk bab 4. Ini yang berat haha. Semoga sebulan ini bisa selesai. Aminn. Bulan oktober harus dftr ujian, november ujian, dan januari semoga bisa wisuda :))
Whats next mik?? Sepertinya saya sdh selesai dg diri saya. Saatnya memikirkan masa depan. Mau kerja apa itu penting, tapi mau menikah dengan siapa itu juga penting.
Kadang kadang mikir, kriteriamu yg seperti apa sih? Yg pertama muslim :)). Apapunn background nya yg penting bisa saling menerima kelemahan dan kelebihan masing2. Kalo bisa suka nonton bola biar kira bisa nobar bareng hahaha. Suka ngajak travelling kemana manaa, intinya nyambung diajak ngobrol. Setiaa pastinya :). Pilih satu dan bertahan sampai akhir.
Fokus tesis dulu mik. Jodoh itu susah susah gampang ya. Didoakan saja dulu :)
Whats next mik?? Sepertinya saya sdh selesai dg diri saya. Saatnya memikirkan masa depan. Mau kerja apa itu penting, tapi mau menikah dengan siapa itu juga penting.
Kadang kadang mikir, kriteriamu yg seperti apa sih? Yg pertama muslim :)). Apapunn background nya yg penting bisa saling menerima kelemahan dan kelebihan masing2. Kalo bisa suka nonton bola biar kira bisa nobar bareng hahaha. Suka ngajak travelling kemana manaa, intinya nyambung diajak ngobrol. Setiaa pastinya :). Pilih satu dan bertahan sampai akhir.
Fokus tesis dulu mik. Jodoh itu susah susah gampang ya. Didoakan saja dulu :)
Rabu, 07 September 2016
Idealis
Saya tak tau pasti apa itu idealis. Apa yang saya kerjakan cuma ikut feeling. Selama itu berada di track yg benar dan tidak melanggar hukum serta tdk merugikan orang lain. Kemudian seseorang berkata bahwa saya seorang yg idealis. Is that so? Is this a good thing or the bad one :).
Ndak ada yang saya buat buat, saya tau saya ini cuma butiran debu. Saya siapa to, mirip sekali butiran debu. Ya meskipun ketika si debu masuk ke mata rasanya ya sakit , kelilipen.
Saya juga gampang kecil hati. Idealis? Maybe, saya ndak tau saya masuk kategori itu apa ndak. Hehehehe
Sabtu, 03 September 2016
I am moslem and happy :)
Alhamdulillah diberi kesempatan untuk berjalan-jalan menikmati suasana dan budaya di negara orang. Sebagai seorang muslim, terkadang ada beberapa kesulitan saya temui di negara yang penduduknya adalah berbeda dengan kepercayaan saya. Yang pertama dan paling common adalah tentang makanan halal, atau halal food. Di sebagian negara memang agak sulit menemukan makanan halal, dan biasanya harganya lebih mahal :)
Di Malaysia, makanan halal sangat mudah ditemukan karena layalnya Indonesia, di negara ini muslim merupakan mayoritas. Kita dapat menemukan makanan halal serta tempat untuk solat di berbagai sudut kota. Berbeda dengan negara sebelahnya, SIngapura di negara kecil namun sangat maju ini, jumlah kaum muslim lebih sedikit. Populasi makanan halal tidak sebanyak di negara Malaysia, namun makanan halal masih sering ditemukan. Di jalan-jalan maupun di tiap food court di mall.
Lain halnya dengan di negara Thailand. Di negara ini jumlah muslimin sangat sedikit dan berpusat di Thailand bagian Selatan. Saya berkesempatan mengunjungi Thailand sebelah Utara, Bangkok dan Kamphaeng Saen, Provinsi Kantchaburi, Ranthcaburi, dan sekitarnya. Pernah suatu saat saya sampling di pasar terapung, saya lupa namanya, dan di sana saya dan teman numpang sholat di kantor polisi :). Kami tidak dapat menemukan tempt sholat seperti masjid maupun tempat yang bisa digunakan untuk sholat. Masalah makanan, di Thailand makanan halal lumayan mudah ditemukan. Di minimarket seperti seven eleven, kita dapat membedakan makanan halal, tinggal dilihat ada tidaknya logo halal :). Ada susu, roti, burger, mie instant, biskuit, dan makanan-makanan halal lainnya.
Pengalaman paling menarik adalah ketika saya mengunjungi negara tirai bambu, China. Untuk di kota Beijing sendiri, di beberapa sudut kota saya melihat restoran halal. Ciri khas restoran-restoran ini adalah ada warna yang hijau mencolok, kontras dengan mayoritas warna favorit warga Tiongkok, merah. Berikut ini adalah foto dari rumah makan yang menyediakan makanan halal.
Ketika berjalan-jalan di Forbidden City, saya sempat bertemu dengan bebrapa muslim dari daerah yang berbeda. Sayang sekali saya tidak bisa bahasa mandarin sama sekali, dan mereka juga tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Senang sekali bisa bertemu saudara muslim disana. kami diberi beberapa snack berupa roti , kismis, dan kacang almond :)
Pengalaman yang tak terlupakan adalah sewaktu saya dan teman saya pulang dari Wang Fu jing, suatu kawasan untuk berbelanja oleh-oleh yang murah di sana. Sewaktu menunggu lampu lalu lintas hijau untuk menyebrang, rombongan keluarga dari China melihat lihat ke arah kami dan salah satu bertanya dari mana, kami jawab dari Indonesia. Saya tau mereka sangat tertarik dan ingin tahu tentang jilbab yang kai pakai. Namun keterbatasan bahasa membuat kami hanya senyum2. Bahkan ibu2 sempat memegang jilbab teman saya, dan jika melihat gesture nya, mungkin si ibu ini berkata "jilbabnya bagus" :). Kami berdua hanya senyum2 terus, kami ingin menyampaikan bahwa muslim itu ramah, dan bisa hidup berdampingan. Ketika teman saya menengok ke belakang (kebetulan waku menyebrang, kami di barisan paling depan) ternyata b anyak orang2 di belakang yang melihat ke arah kami :). Mungkin di China masih jarang sekali warga muslim, apalagi memakai jilbab seperti kami. Maih ingat pertama kali sampai di Bandara China, dan temanku menyakan tentang tempat sholat di sana, mbak mbak informasinya malah bingung, dia tak tahu apa itu muslim prayer room, dikiranya rest room (di Thailand, bandara Svarnabhumi, ada muslim prayer room, di lantai 1 dan 2 kalo tidak salah). Yes, it was a great experience for both of us. Paling berkesan memang, tetap mempertahankan identitas kami sebagai muslim di tengah tengah mayoritas non muslim dan mungkin belum familiar dengan muslim.
Ya, saya muslim, I am Moeslem, I am happy and proud about it :))
Di Malaysia, makanan halal sangat mudah ditemukan karena layalnya Indonesia, di negara ini muslim merupakan mayoritas. Kita dapat menemukan makanan halal serta tempat untuk solat di berbagai sudut kota. Berbeda dengan negara sebelahnya, SIngapura di negara kecil namun sangat maju ini, jumlah kaum muslim lebih sedikit. Populasi makanan halal tidak sebanyak di negara Malaysia, namun makanan halal masih sering ditemukan. Di jalan-jalan maupun di tiap food court di mall.
Lain halnya dengan di negara Thailand. Di negara ini jumlah muslimin sangat sedikit dan berpusat di Thailand bagian Selatan. Saya berkesempatan mengunjungi Thailand sebelah Utara, Bangkok dan Kamphaeng Saen, Provinsi Kantchaburi, Ranthcaburi, dan sekitarnya. Pernah suatu saat saya sampling di pasar terapung, saya lupa namanya, dan di sana saya dan teman numpang sholat di kantor polisi :). Kami tidak dapat menemukan tempt sholat seperti masjid maupun tempat yang bisa digunakan untuk sholat. Masalah makanan, di Thailand makanan halal lumayan mudah ditemukan. Di minimarket seperti seven eleven, kita dapat membedakan makanan halal, tinggal dilihat ada tidaknya logo halal :). Ada susu, roti, burger, mie instant, biskuit, dan makanan-makanan halal lainnya.
Pengalaman paling menarik adalah ketika saya mengunjungi negara tirai bambu, China. Untuk di kota Beijing sendiri, di beberapa sudut kota saya melihat restoran halal. Ciri khas restoran-restoran ini adalah ada warna yang hijau mencolok, kontras dengan mayoritas warna favorit warga Tiongkok, merah. Berikut ini adalah foto dari rumah makan yang menyediakan makanan halal.
Ketika berjalan-jalan di Forbidden City, saya sempat bertemu dengan bebrapa muslim dari daerah yang berbeda. Sayang sekali saya tidak bisa bahasa mandarin sama sekali, dan mereka juga tidak bisa bahasa Inggris sama sekali. Senang sekali bisa bertemu saudara muslim disana. kami diberi beberapa snack berupa roti , kismis, dan kacang almond :)
Pengalaman yang tak terlupakan adalah sewaktu saya dan teman saya pulang dari Wang Fu jing, suatu kawasan untuk berbelanja oleh-oleh yang murah di sana. Sewaktu menunggu lampu lalu lintas hijau untuk menyebrang, rombongan keluarga dari China melihat lihat ke arah kami dan salah satu bertanya dari mana, kami jawab dari Indonesia. Saya tau mereka sangat tertarik dan ingin tahu tentang jilbab yang kai pakai. Namun keterbatasan bahasa membuat kami hanya senyum2. Bahkan ibu2 sempat memegang jilbab teman saya, dan jika melihat gesture nya, mungkin si ibu ini berkata "jilbabnya bagus" :). Kami berdua hanya senyum2 terus, kami ingin menyampaikan bahwa muslim itu ramah, dan bisa hidup berdampingan. Ketika teman saya menengok ke belakang (kebetulan waku menyebrang, kami di barisan paling depan) ternyata b anyak orang2 di belakang yang melihat ke arah kami :). Mungkin di China masih jarang sekali warga muslim, apalagi memakai jilbab seperti kami. Maih ingat pertama kali sampai di Bandara China, dan temanku menyakan tentang tempat sholat di sana, mbak mbak informasinya malah bingung, dia tak tahu apa itu muslim prayer room, dikiranya rest room (di Thailand, bandara Svarnabhumi, ada muslim prayer room, di lantai 1 dan 2 kalo tidak salah). Yes, it was a great experience for both of us. Paling berkesan memang, tetap mempertahankan identitas kami sebagai muslim di tengah tengah mayoritas non muslim dan mungkin belum familiar dengan muslim.
Ya, saya muslim, I am Moeslem, I am happy and proud about it :))
Kamis, 01 September 2016
Saya tahu
talk to my self,,
I hope one day someone come and talk to me
"I know you are a strong women, but I think in the future the challenge will be harder.I do believe that you are able to handle that, but let me stands beside you and lets face that together. I do believe work in a team as family will make it easier to handle even it still difficult for us. Let me help you when you fall, and please do the same to me when I fall. No one is stronger, we are the same. Let me reach your hand and lets live the new life :)"
And I will say, yes :)
I hope one day someone come and talk to me
"I know you are a strong women, but I think in the future the challenge will be harder.I do believe that you are able to handle that, but let me stands beside you and lets face that together. I do believe work in a team as family will make it easier to handle even it still difficult for us. Let me help you when you fall, and please do the same to me when I fall. No one is stronger, we are the same. Let me reach your hand and lets live the new life :)"
And I will say, yes :)
Langganan:
Postingan (Atom)






