Merasa bahwa apa yang sudah saya lakukan terasa sia-sia. Kemudian mulai merasa ragu dan mulai mencari-cari kesalahan diri sendiri. Kenapa harus begini dan begitu, seterusnya.
Ada beberapa hal yang mungkin sedikit susah untuk dijelaskan. Karena memang tak semuanya butuh penjelasan. Lakukan, dan perlahan kamu akan mengerti.
Pilihan ini sudah terencana sejak beberapa tahun lalu, step per step saya lalui dengan sungguh-sungguh. Selalu terbayang bagi saya sulitnya persiapkan semuanya, namun tak lupa bayangan jikalau saya berhasil melakukan apa uang saya lakukan.
Kodrat wanita memang sudah ditentukan, bahkan tak ada niat untuk melupakannya barang sejengkal. Mungkin yang terlihat saya terlalu mengejar prestasi atau mungkin karier. Saya percaya, semuanya butuh proses, bersakit-sakit dahulu lalu berenang-renang kemudian. Sebelum saya melabuhkan hati saya, saya percaya saya harus berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki diri saya agar kelak saya bisa memenuhi kodrat yang sudah dituliskan dengan sebaik-baiknya. Mempersiapkan masa depan, bukan sekedar masa depan saya sendiri, namun nanti yang akan menjadi tanggung jawabmu kelak.
Terbayang impian saya yang tidak terlaksana, menjadi seorang dokter. Jikalau intelektualitas saya tinggi, saya yakin pasti saya bisa meraihnya. Sayang, dengan otak yang pas pasan, dan ekonomi yang pas pasan pula, saya harus merelakannya. :)
Itu bukan akhir. Itu awal buat saya untuk mencari impian baru. Ingin menjadi apa dan apa kontribusi untuk orang disekitar saya.
Ketika impian baru sudah terpenuhi, menjadi kandidat master, tiba-tiba ada statemen lama yang mengganggu. :)
Ya, hidup memang tak selalu mulus. Selalu ada lika liku nya. Saya mengingat ingat apa yang sudah saya lakukan selama ini. Ribuan orang ingin mendapatkan posisi saya saat ini. Dan saya pasti sangat berdosa jika saya harus merasa menyesal. Ingat doa yang selalu saya panjatkan. "jika ini rejeki ku, maka izinkanlah aku untuk mendapatkan-Nya, jika bukan, saya ikhlas, karena saya tahu pilihan-Mu adalah pilihan terbaik"
Bersyukur dengan keluarga yang selalu mendoakanmu di rumah,
Bersyukur dengan keluarga besar yang selalu berdoa untuk kebaikanku
Bersyukur dengan keluarga besar LPDP yang selalu menginspirasi untuk berbakti pada negeri
Beryukur dengan keluarga rekan kuliah yang saling membantu dalam kesulitan belajar,
"Maka Nikmat Allah Manakah Yang Kamu Dustakan"
It's my place to share what I feel, what I have and what I think, Be yourself and find a unique side of you,, Taare Zamen Paar,, Every person is unique
Minggu, 19 April 2015
Selasa, 14 April 2015
menunggu
Menunggu itu tidak mudah, ad banyak hal yang harus dijaga. Terlebih jika yang ditunggu masih belum ad kepastian.
Senin, 13 April 2015
kontradiksi dan asumsi
Hidup selalu berjalan, kadang susah, kadang mudah. Kadang sedib, kadang bahagia. Selalu ad kontradiksi yang datang silih berganti. Ya, saya pun demikian. Ada yang harus terucap, namun tak bisa terucap. Ad yang ingin disampaikan namun tenggelam dalam kelu sang lidah.
Ingat selalu akan janji Tuhanmu. Akan datang masa, waktu yang tepat untuk momen yang tepat. Meski terkadang saya harap itu saudara. Mungkin kontradiksi ini kembali terjadi. Yang saya inginkan, mungkin belum mampu saya dapatkan. Karena saya tau kekurangan saya, jauh dari kata sempurna. Sempurna menurut asumsi mayoritas orang orang. Saya tak tshu asumsi mana yang benar, karena setiap asumsi di buat untuk dapat berlaku pd situasi khusus. Ya, saya pun punya asumsi saya sendiri tentang apa yang saya lakukan meski ternyata hanya minoritas yang mampu melihat ap yang saya kerjakan.
Menunggu anda disini, dalam setiap asumsi, dan kontradiksi yang terjadi.
Ingat selalu akan janji Tuhanmu. Akan datang masa, waktu yang tepat untuk momen yang tepat. Meski terkadang saya harap itu saudara. Mungkin kontradiksi ini kembali terjadi. Yang saya inginkan, mungkin belum mampu saya dapatkan. Karena saya tau kekurangan saya, jauh dari kata sempurna. Sempurna menurut asumsi mayoritas orang orang. Saya tak tshu asumsi mana yang benar, karena setiap asumsi di buat untuk dapat berlaku pd situasi khusus. Ya, saya pun punya asumsi saya sendiri tentang apa yang saya lakukan meski ternyata hanya minoritas yang mampu melihat ap yang saya kerjakan.
Menunggu anda disini, dalam setiap asumsi, dan kontradiksi yang terjadi.
Selasa, 02 Desember 2014
Pengalaman dan Tips Seleksi Wawancara dan LGD Beasiswa LPDP
Pertama saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan semua yang telah lolos tahap seleksi administrasi beasiswa LPDP. Tahap yang harus anda lalui berikutnya adalah seleksi wawancara dan LGD (Leaderless Grup Discussion). Kedua tahap ini dilakukan secara bersama, namun biasanya dilakukan selama dua hari berturut-turut. Jadwal wawancara biasanya akan di email sekitar seminggu setalah pengumuman kelulusan tahap administras. Jadi buat teman-teman yang belum mendapatkan jadwal wawancara, sabar dahulu, pasti akan dapat kok :)
Sambil menunggu jadwal wawancara, sangat disarankan agar teman-teman mulai mempersiapkan amunisi wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD). Berperang pasti perlu strategi bukan. Yang penting anda harus tahu siapa diri anda sendiri, dan kenapa LPDP harus membiayai anda. LPDP tidak mematok kuota tertenju jumlah peserta yang lolos. Jadi asalkan nilai wawancara dan LGD sudah melewati batas yang sudah ditentukan, maka kita pasti lolos. Persaingan di sini adalah hanya dengan diri sendiri. Mampu atau tidak mampu. Para reviewer hanya coba menggali kemampuan kita, nah disinilah ajang kesempatan teman-teman untuk menunjukkan potensi yang dimiliki oleh teman-teman.
Pengalaman saya dulu, kira-kira 6 bulan yang lalu, Saya mendapatkan jadwal interview di Surabaya, tepatnya di Rektorat Unair Kampus C, lantai 4, tanggal 10-11 Juli 2014. Tanggal 9 Juli saya berangkat ke Surabaya. Keesokan harinya, jam 07.00 saya sudah standby di lantai 4 rektorat Unair. Hari pertama, tgl 10 Juli saya mendapatkan jadwal wawancara LPDP pukul 14.30. Jadwal saya maju beberapa menit karena ada beberapa peserta yang pindah jadwal dan waktu atau durasi wawancara yang berbeda-beda antar peserta (rata-rata 45 menit). Banyak peserta yang kurang dari waktu tersebut dan banyak pula yang lebih dari waktu tsb. Saya sendiri waktu wawancara sekitar setengah jam saja.
Pada saat pertama kali dipanggil untuk masuk, ternyata panitia salah memanggil peserta yang seharusnya bukan saya. Saya sudah sempat duduk di hadapan reviewer kemudian harus kembali keluar lagi karena seharusnya bukan urutan saya. Saya pun keluar ruangan, namun ternyata mas atau mbak yang seharusnya urutannya di atas saya ternyata tidak ada di tempat. Alhasil, saya kembali masuk ke dalam dengan interviewer yang sama. Bapak dan Ibu interviewer tersenyum-senyum, begitu juga saya. Saya yakin interviewer ini tau kalo saya sebenarnya sangat nervous sekali. Interviewer terdiri dari 3 orang, 2 orang bapak dosen, dan seorang ibu psikolog. Overall beliau semua sangat ramah bagi saya (mungkin karena kejadian salah panggil yg jelas pasti bikin saya tambah nervous). Beberapa kali saya browsing tentang interview dan sebagian ada yang bercerita bahwa interviewernya ada yang terkesan galak, menghakimi, dst. Namun bagi saya interview ini santai sekali. Sama sekali tidak ada kesan menghakimi.
Proses interview dimulai dengan perkenalan diri. Saya memperkenalkan diri saya, nama lengkap, universitas sebelumnya dan universitas tujuan. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang saya ingat:
1. Arti Nama Saya. Saya sebenarnya tidak tahu pasti, hanya saya tahu bahwa Rahayu itu adalah selamat. Orang tua saya pasti berharap saya selalu berada dalam keselamatan.
2. Alasan ingin lanjut S2 di bidang kimia murni, padahal basic S1 saya adalah pendidikan kimia.Bidang saya adalah pendidikan, saya merasa senang mengajar. Oleh karena itu saya ingin melanjutkan S2 murni agar saya bisa menambah memperdalam dan memperkuat materi saya. Seorang pendidik tidak hanya harus tahu bagaimana cara mengajar, namun juga materi yang akan di ajarkan.
3. Kenapa saya harus memberi anda beasiswa LPDP.
4. Waktu kuliah ikut organisasi apa saja, dan apa saja yang anda lakukan di sana.
5. Hobbi anda apa. Saya kebetulan suka nonton sepakbola EPL, dan kami sempat mengobrol tentang sepak bola, juara EPL musim ini, peringkat kedua siapa, apa pendapatmu tentang Cristiano Ronaldo (reviewernya sempat salah sebut bahwa CR7 dari Spanyol, lalu saya pastikan dari portugal), pelatih favorit, dan bagaimana pendapatmu tentang Jose Mourinho. Sesi pertanyaan ini benar-benar membuat saya I'm free :D topiknya saya banget soalnya.
6. What is your biggest weakness? disini saya diminta jawab pakai bahasa Inggris juga (saya apply DN)
7. Kegiatan seni apa yang anda lakukan. Saya kebetulan seni lukis
8. Wah, berarti tidak ada kesenian yg bisa ditampilkan ya, misalnya tarian atau menyanyi? "saya tidak jago menyanyi pak, tapi saya bisa menyanyi (saya yakin semua orang bisa menyanyi kan :D) dan terakhirnya akhirnya saya menyanyi lagu daerah "prau layar"
Saran saya saat interview:
1. Persiapkan banyak-banyak pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan.
2. Jawablah semua pertanyaan interviewer dengan jujur.
3. Biasanya saat nervous, bada kita akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak disadari, seperti menggoyangkan kaki, tangan,dll. Cobalah fokus, cubit tangan anda sendiri dan usahakan bisa tetap terlihat tenang (5 menit pertama saya sempat duduk dengan menggoyangkan kaki, lalu saya cubit tangan saya supaya tetap fokus)
4. Senyum ikhlas. Apa yang terjadi biarlah terjadi :)
5. Hafalkan lagu nasional seperti padamu negeri, dll (ada sebagian yang diminta menyayi lagu nasional) dan juga lagu daerah anda (bukti bahwa anda cinta Indonesia dengan mencintai kebudayaan daerah)
6. Ada beberapa pertanyaan yang bersifat agak pribadi seperti seputar pernikahan, masa depan, kondisi keluarga.
7. Banyak berdoa agar diberi ketenangan saat ujian wawancara :)
Hari kedua LGD, kami berenam masuk ke dalam ruangan. Kami diberi artikel dan disuruh diskusi. Bagaimana jalannya diskusi kami sendiri yang mengatur, mulai dari moderator, notulen, dll. Hasil browsing saya, LGD ini kita akan dinilai bagaimana cara mengeluarkan pendapat, bagaimana menerima pendapat orang lain. 45 menit berlalu dengan cepat. Topik kami waktu itu adalah JIS. Saran dari saya, begitu waktu dimulai, langsung saja kita tentukan notulen dan moderator. Waktu 45 menit memang sepertinya lama, namun ketika sudah diskusi, waktu tersebut menjadi sangat cepat. Disini yang dinilai bukan bagaimana kita mendominasi suatu diskusi, namun bagaimana kita bekerja sama dalam tim. Saya sendiri waktu itu tdk menjadi notulen maupun moderator. Namun saya tetap mengeluarkan pendapat dengan sewajarnya. Mulailah mengeluarkan pendapat, dengan memuji pendapat orang lain. "Pendapat saudara A sangat baik, (namun jika melihat kondisi di lapangan, mungkin kita juga perlu mempertimbangkan bla bla bla .... / jika dilihat dari bidang saya, bidang bla bla bla, kita harus mempertimbangkan bla bla bla....)" Pendapat kita tidak harus diterima oleh semua orang untuk dapat lolos LGD. Saya sendiri pro kemarin, namun kesepakatan kelompok adalah kontra,hehehe.
Sambil menunggu jadwal wawancara, sangat disarankan agar teman-teman mulai mempersiapkan amunisi wawancara dan Leaderless Grup Discussion (LGD). Berperang pasti perlu strategi bukan. Yang penting anda harus tahu siapa diri anda sendiri, dan kenapa LPDP harus membiayai anda. LPDP tidak mematok kuota tertenju jumlah peserta yang lolos. Jadi asalkan nilai wawancara dan LGD sudah melewati batas yang sudah ditentukan, maka kita pasti lolos. Persaingan di sini adalah hanya dengan diri sendiri. Mampu atau tidak mampu. Para reviewer hanya coba menggali kemampuan kita, nah disinilah ajang kesempatan teman-teman untuk menunjukkan potensi yang dimiliki oleh teman-teman.
Pengalaman saya dulu, kira-kira 6 bulan yang lalu, Saya mendapatkan jadwal interview di Surabaya, tepatnya di Rektorat Unair Kampus C, lantai 4, tanggal 10-11 Juli 2014. Tanggal 9 Juli saya berangkat ke Surabaya. Keesokan harinya, jam 07.00 saya sudah standby di lantai 4 rektorat Unair. Hari pertama, tgl 10 Juli saya mendapatkan jadwal wawancara LPDP pukul 14.30. Jadwal saya maju beberapa menit karena ada beberapa peserta yang pindah jadwal dan waktu atau durasi wawancara yang berbeda-beda antar peserta (rata-rata 45 menit). Banyak peserta yang kurang dari waktu tersebut dan banyak pula yang lebih dari waktu tsb. Saya sendiri waktu wawancara sekitar setengah jam saja.
Pada saat pertama kali dipanggil untuk masuk, ternyata panitia salah memanggil peserta yang seharusnya bukan saya. Saya sudah sempat duduk di hadapan reviewer kemudian harus kembali keluar lagi karena seharusnya bukan urutan saya. Saya pun keluar ruangan, namun ternyata mas atau mbak yang seharusnya urutannya di atas saya ternyata tidak ada di tempat. Alhasil, saya kembali masuk ke dalam dengan interviewer yang sama. Bapak dan Ibu interviewer tersenyum-senyum, begitu juga saya. Saya yakin interviewer ini tau kalo saya sebenarnya sangat nervous sekali. Interviewer terdiri dari 3 orang, 2 orang bapak dosen, dan seorang ibu psikolog. Overall beliau semua sangat ramah bagi saya (mungkin karena kejadian salah panggil yg jelas pasti bikin saya tambah nervous). Beberapa kali saya browsing tentang interview dan sebagian ada yang bercerita bahwa interviewernya ada yang terkesan galak, menghakimi, dst. Namun bagi saya interview ini santai sekali. Sama sekali tidak ada kesan menghakimi.
Proses interview dimulai dengan perkenalan diri. Saya memperkenalkan diri saya, nama lengkap, universitas sebelumnya dan universitas tujuan. Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang saya ingat:
1. Arti Nama Saya. Saya sebenarnya tidak tahu pasti, hanya saya tahu bahwa Rahayu itu adalah selamat. Orang tua saya pasti berharap saya selalu berada dalam keselamatan.
2. Alasan ingin lanjut S2 di bidang kimia murni, padahal basic S1 saya adalah pendidikan kimia.Bidang saya adalah pendidikan, saya merasa senang mengajar. Oleh karena itu saya ingin melanjutkan S2 murni agar saya bisa menambah memperdalam dan memperkuat materi saya. Seorang pendidik tidak hanya harus tahu bagaimana cara mengajar, namun juga materi yang akan di ajarkan.
3. Kenapa saya harus memberi anda beasiswa LPDP.
4. Waktu kuliah ikut organisasi apa saja, dan apa saja yang anda lakukan di sana.
5. Hobbi anda apa. Saya kebetulan suka nonton sepakbola EPL, dan kami sempat mengobrol tentang sepak bola, juara EPL musim ini, peringkat kedua siapa, apa pendapatmu tentang Cristiano Ronaldo (reviewernya sempat salah sebut bahwa CR7 dari Spanyol, lalu saya pastikan dari portugal), pelatih favorit, dan bagaimana pendapatmu tentang Jose Mourinho. Sesi pertanyaan ini benar-benar membuat saya I'm free :D topiknya saya banget soalnya.
6. What is your biggest weakness? disini saya diminta jawab pakai bahasa Inggris juga (saya apply DN)
7. Kegiatan seni apa yang anda lakukan. Saya kebetulan seni lukis
8. Wah, berarti tidak ada kesenian yg bisa ditampilkan ya, misalnya tarian atau menyanyi? "saya tidak jago menyanyi pak, tapi saya bisa menyanyi (saya yakin semua orang bisa menyanyi kan :D) dan terakhirnya akhirnya saya menyanyi lagu daerah "prau layar"
Saran saya saat interview:
1. Persiapkan banyak-banyak pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan.
2. Jawablah semua pertanyaan interviewer dengan jujur.
3. Biasanya saat nervous, bada kita akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak disadari, seperti menggoyangkan kaki, tangan,dll. Cobalah fokus, cubit tangan anda sendiri dan usahakan bisa tetap terlihat tenang (5 menit pertama saya sempat duduk dengan menggoyangkan kaki, lalu saya cubit tangan saya supaya tetap fokus)
4. Senyum ikhlas. Apa yang terjadi biarlah terjadi :)
5. Hafalkan lagu nasional seperti padamu negeri, dll (ada sebagian yang diminta menyayi lagu nasional) dan juga lagu daerah anda (bukti bahwa anda cinta Indonesia dengan mencintai kebudayaan daerah)
6. Ada beberapa pertanyaan yang bersifat agak pribadi seperti seputar pernikahan, masa depan, kondisi keluarga.
7. Banyak berdoa agar diberi ketenangan saat ujian wawancara :)
Hari kedua LGD, kami berenam masuk ke dalam ruangan. Kami diberi artikel dan disuruh diskusi. Bagaimana jalannya diskusi kami sendiri yang mengatur, mulai dari moderator, notulen, dll. Hasil browsing saya, LGD ini kita akan dinilai bagaimana cara mengeluarkan pendapat, bagaimana menerima pendapat orang lain. 45 menit berlalu dengan cepat. Topik kami waktu itu adalah JIS. Saran dari saya, begitu waktu dimulai, langsung saja kita tentukan notulen dan moderator. Waktu 45 menit memang sepertinya lama, namun ketika sudah diskusi, waktu tersebut menjadi sangat cepat. Disini yang dinilai bukan bagaimana kita mendominasi suatu diskusi, namun bagaimana kita bekerja sama dalam tim. Saya sendiri waktu itu tdk menjadi notulen maupun moderator. Namun saya tetap mengeluarkan pendapat dengan sewajarnya. Mulailah mengeluarkan pendapat, dengan memuji pendapat orang lain. "Pendapat saudara A sangat baik, (namun jika melihat kondisi di lapangan, mungkin kita juga perlu mempertimbangkan bla bla bla .... / jika dilihat dari bidang saya, bidang bla bla bla, kita harus mempertimbangkan bla bla bla....)" Pendapat kita tidak harus diterima oleh semua orang untuk dapat lolos LGD. Saya sendiri pro kemarin, namun kesepakatan kelompok adalah kontra,hehehe.
Semoga tema-teman semua diberi kelancaran dalam tes wawancara dan LGD dan menjadi keluarga besar LPDP. Jika sudah lolos ini, tinggal tahapan terakhir yaitu PK. PK sangat menyenangkan, namun pantang untuk diulang :D
Jumat, 14 November 2014
Tips Seleksi Beasiswa BPI LPDP (Seleksi Administrasi)
Beasiswa LPDP merupakan salah satu beasiswa yang menjadi incaran para scholarship hunter saat ini. Beasiswa ini Ontime terhadap waktu penyalurannya dan besaran beasiswa nya yang mencukupi karena bersifat full scholarship (mencakup biaya hidup bulanan, uang buku, SPP, biaya penelitia, biaya publikasi, dan seminar Internasional, serta baya tiket perjalanan ke Universitas PP). InsyAllah dengan beasiswa ini, para pencari ilmu tidak akan kekurangan jika menggunakan dana ini sewajarnya :)
Secara umum ada 3 Tahapan Utama Seleksi Beasiswa LPDP. yaitu: Tahap administrasi, Seleksi wawancara dan LGD, dan terakhir PK. Stelah lulus ke tiga tahap tersebut, maka kita bisa tanda tangan kontrak dan resmi menjadi awardee LPDP. Namun ada beberapa kasus yang meskipun belum PK, namun bisa tanda tangan kontrak (misalnya LPDP afirmasi, dan beberapa kasus khusus). Mari kita bahas seleksi beasiswa LPDP Regular (non afirmasi) satu persatu.
Catatan penting buat teman-teman, seleksi administrasi biasanya dilakukan dalam waktu sekitar seminggu. Mengingat jumlah pendaftar yang ribuan dan waktu seleksi yang singkat, bisa jadi proses seleksi ini dilakuakn dengan bantuan mesin atau lainnya. Jadi ketika salah satu berkas kita tidak sesuai kualifikasi LPDP, mungkin bisa langsung dicoret meskipun dokumen kita yang lain sudah lengkap. Dokumen yang sering bermasalah adalah TOEFL, biasanya menggunakan TOEFL like atau prediksi, atau nilai TOEFL kurang dari standar.
1. Seleksi Administrasi
Semua berkas yang diperlukan untuk seleksi administrasi hanya perlu diupload secara online. Ingat ya, pendaftaran beasiswa LPDP terbuka sepanjang tahun. Ya bener, kita bisa upload semua berkas kita sepanjang tahun. Namun pihak LPDP akan mengumumkan hasil seleksi administrasi sekitar 3 bulan sekali, yaitu sekitar bulan Maret, Mei, September, dan November. Bergabunglah dengan grup di Facebook Beasiswa LPDP 2013, disana banyak sekali info yang detail. namun "baca" dulu, baca sebelum bertanya, pastikan pertanyaan yang kalian tanyakan belum pernah ditanyakan disana guys.
Adapun berkas yang dibutuhkan adalah:
a. TOEFL
TOEFL yang bisa digunakan adalah TOEFL ITP< IBT dan IELTS. adapun skor minimal untuk daftar beasiswa dalam negeri adalah TOEFL ITP minimal 500, dan IBT serta IELTS yang setara dg tersebut. sedangkan untuk beasiswa LN skor TOEFL yang dibutuhkan adalah ITP minimal 550. Saat ini TOEFL ITP bisa digunakan untuk mendaftar LPDP LN, dulu sempat tidak bisa namun sekarang sudah bisa, mengingat biaya TOEFL IBT dan IELTS terbilang cukup mahal, yaitu di atas 2 juta. Teman PK saya (PK-18) ada yang lulus LPDP LN dengan modal TOEFL ITP 550.
Tips dari saya, sebaiknya gunakan minimal TOEFL ITP untuk mendaftar, jangan menggunakan TOEFL prediksi atau TOFL like. Jika negara tujuan teman2 tidak menggunakan bahasa Inggris sbg bahasa Ibu, maka silakan teman-teman mencari sertifikat bahasa asing dari negara tujuan tsb. Pastikan skor teman-teman mencukupi syarat minimal dan sertifikat bahasa tersebut masih berlaku (biasanya hanya berlaku selama 2 tahun).
b. Ijazah dan Transkip
Secara umum memang pihak LPDP mensyarakan ijazah, namun untuk teman-teman yang sudah memiliki namun belum memiliki ijazah, penggunaan SKL apakah bisa menggantikan ijazah atau tidak saya kurang mengerti. Karena beberapa teman di grup menyarankan daftar saja, kalo memang rejeki pasti dapat. Saran dari saya, silakan cek deadline terakhir submit untuk seleksi administrasi, jika pada saat itu ijazah teman-teman belum keluar, silakan mengunggah SKL (saya tdk yakin 100%). Namun jika pada deadline tgl tersebut ijazah teman-teman bisa keluar maka supload yg ijazah saja. Jika ijazah memang tdk bisa keluar, coba teman-teman hubungi pihak universitas dan tanyakan apakah ijazah bisa di scan dulu atau bgaimana. Namun ingat, jika lolos seleksi wawancara maka ijazah asli wajib dibawa atau gugur. Silakan teman-teman pertimbangkan sendiri.
c. Rencana Studi
Rencana studi isinya sama dengan essai rencana studi yang sudah kita buat (kita membuat 3 essai: sukses terbesar, peranku bagi Indonesia, dan rencana studi). saya mengupload rencana studi dalam file pdf.
d. Surat pernyataan
Surat pernyataan ini berisi tidak sedang dan tidak menerima bantuan beasiswa Magister dari sumber lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri; berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana; sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara setelah menyelsaikan studi; dan sanggup menyelesaikan studi Magister dengan waktu yang telah ditentukan.
e. Surat Rekomendasi
Bagaimana draft surat rekmendasi sudah ada dalam buku panduan. Silakan teman-teman ketik ulang sesuai panduan dan beri jarak antara pertanyaan. Surat rekomendasi bisa ditulis tangan kemudian kita scan dan kita upload. Pemberi rekomendasi bisa dari Dosen pembimbing kita dulu (bagi freshgraduate) atau dari pimpinan kita (bagi yg sudah bekerja) dan bisa pula dari tokoh masyarakat. Jumlah rekomendasi minimal 1, namun lbih baik jika mengupload minimal 2 surat rekomendasi.
f. KTP
Silakan scan KTP lalu upload
g. Surat ijin Belajar bagi yg sudah bekerja (optional)
surat ini hanya wajib diupload bagi teman-teman yang sudah bekerja. Jika belum maka tidak wajib mengupload surat ini.
h. LOA (optional)
Jika teman-teman sudah memiliki LoA waktu mendaftar seleksi administrasi, silakan diupload. Bagi yang belum, tidak apa-apa, sialakn tetap mendaftar. Pengalaman saya, saya mendaftar ketika saya belum mendapatkan LoA.
i. Essai
teman-teman silakan membuat essai sesuai yangtelah ditentukan. Mulai dari judul hingga jumlah kata. Untuk ide, sialakan teman-teman cari di internet dengan keywords "contoh essai LPDP" akan banyak sekali keluar dan teman-teman bisa membandingkan antara essai satu dengan yang lain. Saya dulu sempat googling juga dan saya simpulkan bahwa setiap essai yang lolos memiliki satu keunikan sendiri, dan mereka selalu mempunya sesuatu yang berbeda dengan yang lain. Misalnya sudut pandang yang berbeda ataupun cara menyikapi sesuatu yang berbeda. Explore sesuatu yang unik dari diri teman-teman, pasti ada karena setiap individu adalah unik. Untuk punya saya silakan teman-teman hubugi saya via email atau twitter atau medsos saya lainnya.
Semua persyaratan ini secara lebih lengkap bisa teman-teman lihat di panduannya. Silakan teman-teman baca satu persatu di panduan karena biasanya ada perubahan dalam panduan secara berkala. LPDP yang menginjak tahun kedua tentu senantiasa memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik. Beberapa teman memang kurang sependapat dengan aturan main LPDP terutama skor minimal TOEFL. Jika sudah ada LOA kenapa harus ada minimal skor TOEFL? banyak beasiswa lain yang mungkin lebih sesuai dengan kriteria teman-teman.
Untuk seleksi wawancara, LGD dan lain-lain akan saya sambung di postingan berikutnya.
Selamat berjuang Scholarship Hunter :D
Secara umum ada 3 Tahapan Utama Seleksi Beasiswa LPDP. yaitu: Tahap administrasi, Seleksi wawancara dan LGD, dan terakhir PK. Stelah lulus ke tiga tahap tersebut, maka kita bisa tanda tangan kontrak dan resmi menjadi awardee LPDP. Namun ada beberapa kasus yang meskipun belum PK, namun bisa tanda tangan kontrak (misalnya LPDP afirmasi, dan beberapa kasus khusus). Mari kita bahas seleksi beasiswa LPDP Regular (non afirmasi) satu persatu.
Catatan penting buat teman-teman, seleksi administrasi biasanya dilakukan dalam waktu sekitar seminggu. Mengingat jumlah pendaftar yang ribuan dan waktu seleksi yang singkat, bisa jadi proses seleksi ini dilakuakn dengan bantuan mesin atau lainnya. Jadi ketika salah satu berkas kita tidak sesuai kualifikasi LPDP, mungkin bisa langsung dicoret meskipun dokumen kita yang lain sudah lengkap. Dokumen yang sering bermasalah adalah TOEFL, biasanya menggunakan TOEFL like atau prediksi, atau nilai TOEFL kurang dari standar.
1. Seleksi Administrasi
Semua berkas yang diperlukan untuk seleksi administrasi hanya perlu diupload secara online. Ingat ya, pendaftaran beasiswa LPDP terbuka sepanjang tahun. Ya bener, kita bisa upload semua berkas kita sepanjang tahun. Namun pihak LPDP akan mengumumkan hasil seleksi administrasi sekitar 3 bulan sekali, yaitu sekitar bulan Maret, Mei, September, dan November. Bergabunglah dengan grup di Facebook Beasiswa LPDP 2013, disana banyak sekali info yang detail. namun "baca" dulu, baca sebelum bertanya, pastikan pertanyaan yang kalian tanyakan belum pernah ditanyakan disana guys.
Adapun berkas yang dibutuhkan adalah:
a. TOEFL
TOEFL yang bisa digunakan adalah TOEFL ITP< IBT dan IELTS. adapun skor minimal untuk daftar beasiswa dalam negeri adalah TOEFL ITP minimal 500, dan IBT serta IELTS yang setara dg tersebut. sedangkan untuk beasiswa LN skor TOEFL yang dibutuhkan adalah ITP minimal 550. Saat ini TOEFL ITP bisa digunakan untuk mendaftar LPDP LN, dulu sempat tidak bisa namun sekarang sudah bisa, mengingat biaya TOEFL IBT dan IELTS terbilang cukup mahal, yaitu di atas 2 juta. Teman PK saya (PK-18) ada yang lulus LPDP LN dengan modal TOEFL ITP 550.
Tips dari saya, sebaiknya gunakan minimal TOEFL ITP untuk mendaftar, jangan menggunakan TOEFL prediksi atau TOFL like. Jika negara tujuan teman2 tidak menggunakan bahasa Inggris sbg bahasa Ibu, maka silakan teman-teman mencari sertifikat bahasa asing dari negara tujuan tsb. Pastikan skor teman-teman mencukupi syarat minimal dan sertifikat bahasa tersebut masih berlaku (biasanya hanya berlaku selama 2 tahun).
b. Ijazah dan Transkip
Secara umum memang pihak LPDP mensyarakan ijazah, namun untuk teman-teman yang sudah memiliki namun belum memiliki ijazah, penggunaan SKL apakah bisa menggantikan ijazah atau tidak saya kurang mengerti. Karena beberapa teman di grup menyarankan daftar saja, kalo memang rejeki pasti dapat. Saran dari saya, silakan cek deadline terakhir submit untuk seleksi administrasi, jika pada saat itu ijazah teman-teman belum keluar, silakan mengunggah SKL (saya tdk yakin 100%). Namun jika pada deadline tgl tersebut ijazah teman-teman bisa keluar maka supload yg ijazah saja. Jika ijazah memang tdk bisa keluar, coba teman-teman hubungi pihak universitas dan tanyakan apakah ijazah bisa di scan dulu atau bgaimana. Namun ingat, jika lolos seleksi wawancara maka ijazah asli wajib dibawa atau gugur. Silakan teman-teman pertimbangkan sendiri.
c. Rencana Studi
Rencana studi isinya sama dengan essai rencana studi yang sudah kita buat (kita membuat 3 essai: sukses terbesar, peranku bagi Indonesia, dan rencana studi). saya mengupload rencana studi dalam file pdf.
d. Surat pernyataan
Surat pernyataan ini berisi tidak sedang dan tidak menerima bantuan beasiswa Magister dari sumber lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri; berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana; sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara setelah menyelsaikan studi; dan sanggup menyelesaikan studi Magister dengan waktu yang telah ditentukan.
e. Surat Rekomendasi
Bagaimana draft surat rekmendasi sudah ada dalam buku panduan. Silakan teman-teman ketik ulang sesuai panduan dan beri jarak antara pertanyaan. Surat rekomendasi bisa ditulis tangan kemudian kita scan dan kita upload. Pemberi rekomendasi bisa dari Dosen pembimbing kita dulu (bagi freshgraduate) atau dari pimpinan kita (bagi yg sudah bekerja) dan bisa pula dari tokoh masyarakat. Jumlah rekomendasi minimal 1, namun lbih baik jika mengupload minimal 2 surat rekomendasi.
f. KTP
Silakan scan KTP lalu upload
g. Surat ijin Belajar bagi yg sudah bekerja (optional)
surat ini hanya wajib diupload bagi teman-teman yang sudah bekerja. Jika belum maka tidak wajib mengupload surat ini.
h. LOA (optional)
Jika teman-teman sudah memiliki LoA waktu mendaftar seleksi administrasi, silakan diupload. Bagi yang belum, tidak apa-apa, sialakn tetap mendaftar. Pengalaman saya, saya mendaftar ketika saya belum mendapatkan LoA.
i. Essai
teman-teman silakan membuat essai sesuai yangtelah ditentukan. Mulai dari judul hingga jumlah kata. Untuk ide, sialakan teman-teman cari di internet dengan keywords "contoh essai LPDP" akan banyak sekali keluar dan teman-teman bisa membandingkan antara essai satu dengan yang lain. Saya dulu sempat googling juga dan saya simpulkan bahwa setiap essai yang lolos memiliki satu keunikan sendiri, dan mereka selalu mempunya sesuatu yang berbeda dengan yang lain. Misalnya sudut pandang yang berbeda ataupun cara menyikapi sesuatu yang berbeda. Explore sesuatu yang unik dari diri teman-teman, pasti ada karena setiap individu adalah unik. Untuk punya saya silakan teman-teman hubugi saya via email atau twitter atau medsos saya lainnya.
Semua persyaratan ini secara lebih lengkap bisa teman-teman lihat di panduannya. Silakan teman-teman baca satu persatu di panduan karena biasanya ada perubahan dalam panduan secara berkala. LPDP yang menginjak tahun kedua tentu senantiasa memperbaiki diri supaya menjadi lebih baik. Beberapa teman memang kurang sependapat dengan aturan main LPDP terutama skor minimal TOEFL. Jika sudah ada LOA kenapa harus ada minimal skor TOEFL? banyak beasiswa lain yang mungkin lebih sesuai dengan kriteria teman-teman.
Untuk seleksi wawancara, LGD dan lain-lain akan saya sambung di postingan berikutnya.
Selamat berjuang Scholarship Hunter :D
Minggu, 19 Oktober 2014
Beasiswa itu untuk Orang yang MAU dan BUTUH
Duh gusti, baca postingan saya sebelum sebelumnya,, ketawa ketiwi sendiri. #akuoraopo-opo :D
ya, ini lah hidup ya,, selalu ada fase naik dan turun. mirip chitato (lah, jadi pengen ni) bener-bener ya saya ini. Setelah galau hampir satu tahun, akhirnya saya menemukan jalan keluarnya :)
Alhamdulilah, saya akhirnya resmi jadi Awardee BPI LPDP Dalam Negeri tahun 2014, lulusan PK 18. Arghhhh, rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Suatu perjalanan pasti ada akhirnya.
Saya mahasiswa biasa yang hampir bisa dibilang tipe kupu-kupu. Saya sempat ikut FS2T di UM dulu selama 2-3 tahun, sampai selesai kepengurusan. Ya meskipun posisi saya bukan ketua ketua itu, tapi saya bener-bener cinta dengan FS2T ini. Selalu melakukan yang terbaik demi proker-prokernya :)
Ini adalah salah satu profil dari proker yang saya paling suka disini . Kangen saat-saat ngobrol bareng diskusi tentang sumber daya energi yg baru, ada Fris, Hatta, Sugeng, Rani, Muhid, dan alm. Farid. Kita bisa berjam-jam ngobrol tentang sesuatu yg sebenarnya agak di luar nalar, but you all can imagine it. Ada dunia lain saat kita ngobrol bareng. Kabar terakhir, adik-adik tingkat, si Sugeng sukses ikut PIMNAS 2 kali dan si Muhid sudah wisuda sekarang. Nah kalo Fris masih seperti biasa, suka menghilang dan muncul kembali. Kalo yg seangkatan, Si Rani lagi CPNS an, sukses ya mbak yu, dan Hatta lg dobel degree pendidikan murni biologi, sangar kau mbak yu.. satu-satunya anak pendidikan yg ambil dobel degree murni,haha, Miss you all gais :D
Kembali ke cerita, saya memang bukan tipe speaker yang baik. Saya mending disuruh lembur kerja daripada disuruh ngomong di depan publik,haha. Saya super biasa, bahkan banyak eman seangkatan yang tidak kenal saya, karena saya jg tidak aktif di himpunan. Awalnya saya pesimis dengan beasiswa LPDP ini yg lebih memperhatikan kepemimpinan. Saya cari TOEFL dan nekat daftar. Alhamdulillah, rejeki tidak kemana, akan selalu ada jalan bagi orang yang benar-benar berusaha. Waktu dapat pengumuman lolos wawancara itu rasanya saya seperti lg terbang. Melayang-layang lah(lebay ya, hehe) tapi saya memang loncat2 saat itu dalam kamar,hahaha, sambil terharu. Penantian setahun saya terbayar :) Terima kasih ya Allah
Banyak teman saya yang ingin dapat beasiswa, namun rata-rata segera mundur ketika ada syarat TOEFL ITP. padahal cuma ITP lo,, (cumaa?? bagi saya sdh beratttt bgt ni toefl, saya jg g ada 550). Saya bener2 pengen dapet beasiswa S2. Setelah wisuda, saya langsung les TOEFL ke kampung INggris di Pare, :) alhamdulillah, 3 minggu disana dapet 500 lebih. saya mulai bikin essay, dan akhirnya mei saya daftr LPDP di hari terakhir :)
Banyak teman saya yg lebihhhhh semua dari saya, IPK, pengalaman organisasi, tapi banyak yg pilihannya berbeda ya. kerja. Mayoritas temen saya mundur gara2 ada syarat TOEFL. yah, memang beasiswa itu untuk yang Butuh dan Mau. Kalo mau, apapun syaratnya pasti akan dilengkapi dong, namanya juga cinta, eh maaf Mau :). Apalagi kalo kita butuh, kita pasti akan nyari nyari malah meski g disuruh dulu, iya kan.
Semangat ya para scholarship hunter :D
ya, ini lah hidup ya,, selalu ada fase naik dan turun. mirip chitato (lah, jadi pengen ni) bener-bener ya saya ini. Setelah galau hampir satu tahun, akhirnya saya menemukan jalan keluarnya :)
Alhamdulilah, saya akhirnya resmi jadi Awardee BPI LPDP Dalam Negeri tahun 2014, lulusan PK 18. Arghhhh, rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan orang-orang hebat dari seluruh Indonesia. Suatu perjalanan pasti ada akhirnya.
Saya mahasiswa biasa yang hampir bisa dibilang tipe kupu-kupu. Saya sempat ikut FS2T di UM dulu selama 2-3 tahun, sampai selesai kepengurusan. Ya meskipun posisi saya bukan ketua ketua itu, tapi saya bener-bener cinta dengan FS2T ini. Selalu melakukan yang terbaik demi proker-prokernya :)
Ini adalah salah satu profil dari proker yang saya paling suka disini . Kangen saat-saat ngobrol bareng diskusi tentang sumber daya energi yg baru, ada Fris, Hatta, Sugeng, Rani, Muhid, dan alm. Farid. Kita bisa berjam-jam ngobrol tentang sesuatu yg sebenarnya agak di luar nalar, but you all can imagine it. Ada dunia lain saat kita ngobrol bareng. Kabar terakhir, adik-adik tingkat, si Sugeng sukses ikut PIMNAS 2 kali dan si Muhid sudah wisuda sekarang. Nah kalo Fris masih seperti biasa, suka menghilang dan muncul kembali. Kalo yg seangkatan, Si Rani lagi CPNS an, sukses ya mbak yu, dan Hatta lg dobel degree pendidikan murni biologi, sangar kau mbak yu.. satu-satunya anak pendidikan yg ambil dobel degree murni,haha, Miss you all gais :D
Kembali ke cerita, saya memang bukan tipe speaker yang baik. Saya mending disuruh lembur kerja daripada disuruh ngomong di depan publik,haha. Saya super biasa, bahkan banyak eman seangkatan yang tidak kenal saya, karena saya jg tidak aktif di himpunan. Awalnya saya pesimis dengan beasiswa LPDP ini yg lebih memperhatikan kepemimpinan. Saya cari TOEFL dan nekat daftar. Alhamdulillah, rejeki tidak kemana, akan selalu ada jalan bagi orang yang benar-benar berusaha. Waktu dapat pengumuman lolos wawancara itu rasanya saya seperti lg terbang. Melayang-layang lah(lebay ya, hehe) tapi saya memang loncat2 saat itu dalam kamar,hahaha, sambil terharu. Penantian setahun saya terbayar :) Terima kasih ya Allah
Banyak teman saya yang ingin dapat beasiswa, namun rata-rata segera mundur ketika ada syarat TOEFL ITP. padahal cuma ITP lo,, (cumaa?? bagi saya sdh beratttt bgt ni toefl, saya jg g ada 550). Saya bener2 pengen dapet beasiswa S2. Setelah wisuda, saya langsung les TOEFL ke kampung INggris di Pare, :) alhamdulillah, 3 minggu disana dapet 500 lebih. saya mulai bikin essay, dan akhirnya mei saya daftr LPDP di hari terakhir :)
Banyak teman saya yg lebihhhhh semua dari saya, IPK, pengalaman organisasi, tapi banyak yg pilihannya berbeda ya. kerja. Mayoritas temen saya mundur gara2 ada syarat TOEFL. yah, memang beasiswa itu untuk yang Butuh dan Mau. Kalo mau, apapun syaratnya pasti akan dilengkapi dong, namanya juga cinta, eh maaf Mau :). Apalagi kalo kita butuh, kita pasti akan nyari nyari malah meski g disuruh dulu, iya kan.
Semangat ya para scholarship hunter :D
Minggu, 13 Juli 2014
JODOH
sudah ketemu jodoh mik?
wah,, ini pertanyaan ngejleb ya :)
Ada tahap dimana setiap orang akan memasuki tahap untuk memikirkan masalah jodoh. Orang bilang, jodoh itu tidak bisa dicari, namun akan muncul di saat yang tepat dan dengan orang yang tepat pula. Kakak senior, rumahnya di Brebes, SMA di Solo, S1 di UIN Jakarta, S2 di UIN jogja, dan akhirnya ketemu jodohnya orang brebes jga, tetangga 10 menit dari rumah :) . mbak nya bilang, "uwes, lek niat sekolah, diniati golek ilmu wae, jodoh bakal teko dewe kok lek wes wayahe" dengan logat ngapak nya,haha. saya senyum-senyum aja dibilangi. Mbak, saya masih galau S2 dimana iniii,hehehehe, belum kepikiran cari jodoh :))
beberapa akhir ini, setelah teman2 saya mulai menemukan jodohnya, saya sedikit tersentil. Teringat teman saya Kimia ITS semester 4, saya ketemu kebetulan karena adik ini ikut lomba karya tulis saya. Bisa dibilang kita ketemu hanya sehari, waktu acara final. Entah kenapa rasanya kita sudah klop. Adik sering curhat masalah lanjut kuliah dimana enaknya ya mbak, masalahnya dengan seorang paman, dan karier. Dia merasa seorang cewek hakikatnya adalah sebagai ibu rumah tangga. Kita banyak diskusi panjang lebar, mengenai perkuliahan kimia dan karir nanti bagaimana, serta jodoh,haha. Entah, saya merasa sangat nyaman juga curhat dengan "adik" saya ini. Sekitar dua tahun kami sudah tidak ketemu, dan ketika ketemu rasanya masih sama seperti dulu, ibarat kakak dan adik. Saya waktu Tes di Surabaya, nginep di tempatnya, di asrama ITS :) padaha tetangga saya jg ada lo yg di asrama ITS, 50 meter paling dr rumah. Ya tapi, saya tdk ada feel :)
Saya rasa mungkin jodoh seperti saya dan adik saya ini. Entah bagaimana bisa bertemu, pasti ada kesan yg mendalam. Meskipun 1 tahun atau 2 tahun tidak bertemu, rasa itu tetap sama. Dan juga jodoh saya, yang jelas apa yang bisa saya lakukan sekarang adalah bagaimana memperbaiki diri, belajar menahan emosi, tidak meledak-ledak, tidak galak (hahaha). Yang jelas saya ingin S2 dulu. Ada yg bilang "kalo cewek S2, nanti cowok yg mau deketin takut mik" kalo menurut saya, ya sudahlah, mungkin cowok yang seperti itu berarti bukan jodoh kita :)
Tak perlu dipaksa
tidak perlu pura-pura
lakukan yang terbaik.
Seberapa baik kamu menentukan seberapa baik jodohmu :)
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)