Seminggu yang lalu saya menonton drama korea dengan judul "Romantic Doctor, Teacher Kim". Cita-cita saya daru dulu memang jadi dokter, jadi saya sangat hobi menonton drama korea atau film tentang dunia kedokteran. Menonton drama Korea bagi saya mempunya banyak sekali manfaat, yaitu mulai dari hiburn karena alur ceritanya yang lucu dan masih masuk akal, serta kita dapat belajar tentang suatu profesi secara lebih mendalam. Misalnya, film yang bercerita tentang seorang dokter, maka akan ditampilkan apa saha suka duka menjadi dokter, bahkan sampai ke detail operasi di ruang operasi. Jika tentang wartawan, maka akan dijelaskan dengan detail bagaimana seorang reporter bekerja, bahkan mulai dari nol. Drama korea bukan hanya tentang tontonan, tapi juga belajar tentang banyak hal baru. Ceritanya juga masih masuk akal, meskipun ada juga yang khayal, tapi tidak se khayal sinetron Indonesia :( this is my personal opinion.
tentang drama korea romantic doctor, teacher Kim adalah nama seorang dokter senior yang bertangan dingin di suatu rumah sakit besar yang tiba-tiba menghilang. Dia berpindah bekerja di suatu rumah sakit kecil dengan nama barunya, Teachir Kim. Daerah terpencil ini memiliki sebuah kasino yang sangat terkenal dan setiap weekend akan banyak dikunjungi warga dari kota lain, akibatnya seringkali terjadi kecelakaan pada hari Jumat. Singkat cerita, akhirnya ada 2 orang dokter muda yang bekerja di RS kecil tersebut dan belajar menjadi ahli bedah yg hebat dari Teacher Kim. Teacher Kim bukan seorang dokter yang ramah, namun dia mengajari mereka dengan cara yang keras. Teacher Kim banyak memberikan tantangan2 kepada dua dokter muda tersebut dalam menghadapi berbagai kasus operasi. I think he absoulutely a lovely teacher.
Lalu apa yang bisa saya mabil dari film ini? ya saya ingin menjadi guru yang baik dan dapat menginspirasi mahasiswa saya. Bagamana caranya? Tunjukkan bahwa kamu punya kompetensi yang bagus, dari segi materi dan penyampaiannya. Bagaimana cara mendorong mahasiswa untuk dapat mendorong potensi mereka sampai ke batas limitnya. Pengalaman saya waktu kuliah S1, saya kurang mendapat info tentang beasiswa-beasiswa jalan-jalan,hehe. Saya ingin mendorong mahasiswa saya bahwa banyak kesempatan untuk mendapat beasiswa. Kalian sama sama kuliah, mumpung masih jadi mahasiswa kenapa nggak mencoba mendaftar beasiswa, kan gratis. Kalo kalah setidaknya kalian dapat pengalaman, kalau menang kalian bisa mendapat hadiah jalan-jalan plus ilmu :) Kuliah S2 benar-benar membuka cakrawala saya tentang sekolah dan menikah. Menikah itu penting, sangat penting.
Sekolah di pelosok bukan halangan seseorang untuk mundur, namun malah menjadi nilai positif bahwa saya lo anak dari pedalaman, daerah pelosok juga bisa berprestasi. Kalo anak kota dapat beasiswa kemana mana itu wajar, karena lingkungan mereka sangat mendukung. Akses informasi cepat dan sarana prasarana mereka lengkap. Sedangkan di daerah pelosok, bahkan untuk dapat info saja sulit. Karena atmosfernya beda, lingkungan disini yang penting kerja deket rumah selesai. Kerja deket rumah dan sukses juga bisa dicapai kok. Izin orang tua untuk anaknya daftar beasiswa kemana mana juga sussah, padahal baru daftar lo, belum mesti ketrima. at least coba dulu saja. ini [engalaman semester lalu sih, ada beasisawa ke Amerika dan mereka punya waktu 1 bulan untuk persiapan, ternyata zonk. nono of them applied that scholarship. Ini tantangan untukmu Mik, biar kamu bisa kasih semangat mereka, bahwa di luar sana itu banyak lo tempat-tempat yang indah dan menarik yang bisa dikunjungi. Banyak yang bisa kamu lakukan di luar Indonesia, terutana belajar dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi. Pengen kan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara adigdaya lainnya :)
Salam :)
It's my place to share what I feel, what I have and what I think, Be yourself and find a unique side of you,, Taare Zamen Paar,, Every person is unique
Tampilkan postingan dengan label Pedagogik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pedagogik. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 Januari 2018
Rabu, 21 Agustus 2013
Dilema UAN
Beberapa waktu yang lalu saya dikejutkan oleh berita
contek massal UAN di sebuah SD di Jawa Timur yang akhirnya satu keluarga harus
pindah rumah karena diusir warga. Si Anak ini memang paling pintar di kelasnya.
Gara2 melaporkan aksi contek massal yang terjadi waktu UAN si anak dan
keluarganya harus diusir warga dari tempat tinggalnya sendiri. Ironis memang,
saat kejujuran malah menjadikan kita semakin dikucilkan.
Setiap kali UAN dilaksanakan, baik di tingkat SD, SMP,
hingga SMA, berita di televisi selalu menyiarkan banyaknya kecurangan yang
terjadi, mulai dari bocornya soal, sms kunci jawaban, hingga aksi contek
massal. UAN telah dilaksanakan bertahun-tahun, dan masalah2 tersebut tetap saja
muncul sepanjang tahunnya. Aksi contek massal coba dikurangi oleh pemerintah
dengan cara menggunakan pengawas dengan sistem silang murni hingga menggunakan
4 tipe soal yang berbeda dalam 1 kelas. Namun kenyatannya hal ini tidak
efektif. Toh, kasus kecurangan yang muncul tiap tahunnya masih tinggi.
Sebenarnya apa yang salah dengan UAN di Indonesia??
UAN adalah Ujian akhir Nasional yang merupakan sarana
untuk menguji kurikulum yang diterapkan di sekolah apakah sudah dapat terlaksana
dengan baik atau tidak, dalam hal ini apakah standar kompetisi dari suatu
kurikulum sudah terpenuhi. Dulu waktu
saya masih SMA, saya merasa kalo UAN itu sedikit tidak adil, perjUANgan sekolah
3 tahun hanya ditentukan oleh 6X100 menit dalam kurun waktu 5 hari. Penilaian
hanya berdasarkan 6 lembar kertas yang telah dihitamkan bagian bulatan2
tertentu. Nasib saya waktu itu sangat bergantung pada pensil, penghapus, dan
mesin scanner yang semoga bisa berjalan baik dan tidak ada salah kunci atau
apapun. Ketika si mesin scanner ini menunjukkan nilai yang kita peroleh lebih
dari standar yang telah ditentukan, maka kita dinyatakan lulus, jika tidak,
tentu saja kita tidak lulus. Padahal kita tahu bahwa dalam penilaian, tidak
hanya aspek kognitifnya saja yang dinilai, ada faktor psikomotorik dan afektif.
Lalu bagaimana dengan nilai afektif dan psikomotorik kita???? Mungkin
pemerintah berbaik hati dengan hanya mensyaratkan satu nilai saja untuk UAN.
Hayoooo,, dulu pernah menyadarinya atau tidak??? Saya juga baru menyadarinya
waktu menulis artikel ini,haha
Sebenarnya nilai afektif dan psikomotorik kita juga ikut
dinilai, namun nilainya akan masuk dalam Nilai UAS. Temen2 tentu masih ingat
bukan bahwa jika nilai UAS kita kurang dari standar, maka kita bisa tidak
lulus, namun untuk UAN sendiri memang sepertinya nilai afektif dan psikomotor
sedikit di anak tirikan.
Mungkin kebaikan hati pemerintah ini yang membuat kita
semakin terjerumus dalam lubang hitam yang menyesatkan ini. Ketika nilai adalah
segalanya, ketika everything is only depend onthe value oriented, segala cara akan dilakukan
untuk mendapatkan suatu nilai. what will happen with our next generation?? Sekali lagi, muncul pertanyaan yang sama dalam
otak saya, sebenarnya apa yang salah dengan UAN di Indonesia??
Menurut saya, kasus ini seperti benang kusut yang sangat
sulit dicari ujung dan pangkalnya. Jika dilihat, siswa bisa saja disalahkan
karena jika mereka sudah belajar dengan baik selama 3 tahun tentu soal-soal
materi UAN bisa dikerjakan dengan baik bukan?? Standar nilai UAN dari pemerintah
juga masih jauh dibawah nilai standar ujian harian yang sekarang rata2 75.
Sayangnya banyak siswa kita yang masih suka belajar dengn sistem SKS, termasuk
saya sendiri,hehehe,..
Tapi siswa juga tidak mau disalahkan, mereka belajar 3
tahun Cuma ditentukan oleh UAN, lalu kerja keras si juara badminton tingkat
nasional atau juara olimpiade nasional yg gagal UAN gara2 salah menghitamkan
nomer jawaban bagaimana??? Belum lagi alasan bahwa guru A atau guru B dulu
ngajarnya tidak enak, jadi tidak paham.
Berart yang salah gurunya dong tidak bisa mnegkondisikan siswanya hingga
rajin belajar dan siap menghadapi UAN?? Belum tentu kawan. Guru kita sebenarnya
sudah mati2an menbuat kita mengerti materi yang diajarka dengan cara beliau.
Sebelum mengajar beliau menyusun RPP dan silabus lo, bahkan untuk RPP disusun
tiap pertemUAN yang isinya mulai dari tujUAN, materi, bahan ajar, metode,
evaluasi, dan kawan2nya (yang ini sepertinya mengandung sedikit curhat
ya,,hahaha). Materi yang diajarkan sangat banyak, sedangkan waktu pertemUAN
tatap muka hanya sedikit. Kurukulum kita tergolong cukup padat jika
dibandingkan dengan negara2 lain. So,, yang bikin kurikulum dong ini yang
salah?? Alias pemerintah yang salah?? Pemerintah ingin generasi kita menjadi
generasi yang sangat bagus. Padat tidaknya kurikulumm sebenarnya tidak begitu
masalah. Ketika siswa bisa memberikan respon positif pada materi si guru, maka
proses KBM bisa berjalan lancar. Lo kan,, jadi kembali ke siswa lagi.
YA mungkin untuk membuat lurus kembali benang yang sudah
kusut adalah dengan memotong salah satu bagian sehingga kita bisa mendapatkn
salah satu ujungnya. Mungkin jika setiap siswa bisa menilai diri mereka sendiri
secara objectif, maka kasus kecuraangan2 bisa dihindari. Kebanyakan siswa di
Indonesi sudah kehilangan jati dirinya. Mereka tidak menjadi apa yg mereka
inginkan, tapi apa yang orangtua mereka inginkan. Teringat sebuah guyonan
seorang teman saya waktu kuliah. Saat itu dosen saya bilang, jangan Cuma
berharap dapat nilai saja, materi juga penting. Teman saya bilang, ya
masalahnya kalo kita pulang kampung, yang ditanyakan bukan sudah dapat materi
apa saja?? Pasti yang ditanyakan dapat IP berapa?? Bagaimana otak kita secara
tidak langsung sudah terprogram bahwa nilai itu segalanya, maksudnya baik sih,
untuk membahagiakan orang tua. Kadang2 orang tua itu memang kurang mengerti
dengan keadaan kita, prestasi bagus, IP cumlaude, adalah hal yg sangat penting.
Padahal tentu saja sebenarnya kita sudah jatuh bangun berusaha untuk dapat
nilai yg terbaik meskipun orang tua teerkadang masih kurang puas dengan apa yg
kita dapat. Sebenarnya orangtua kita juga tidak salah, mereka ingin kita
mendapatkan nilai yg bagus agar masa depan kita setidaknya nampak lebih cerah.
Banyak sarjana cumlaude yg pengangguran, apalagi yg IPnya pas pasan?? Padahal
segala sesuatu itu mempunya jalannya masing2. Jalan yg bagus untuk si A belum
tentu cocok untuk si B.
Mungkin disini saya memberikan saran untuk orang tua yang
tentu lebih dewasa daripada anak2nya, yang lebih bisa berfikir secara jernih.
Jadilah orang tua yang selalu nmendukung anak anda ketika mereka terjatuh.
Jadlah tempat dimana Anak merasa damai ketka mereka mulai kehilangan rasa
percaya diri mereka. Bangun kepercayaan diri mereka. Ketika mereka gagal
yakinkan bahwa ada banyak jalan yang bisa ditempuh... so mulai ubah budaya ini
dari anda.
Untuk temen2 yang masih sekolah, masih ingatkah Apa yg
anda rasakan ketika kali pertama anda mendapatkan nilai buruk?? Masih ingatkah
anda ketika waktu pertama kali anda mnecontek atau ngerepek?? Ya itulah nurani kita semua. Sebelum nurani itu mati,
mungkin lebih baik kita memupuknya dan menumbuhkannya kembali, Mencotek itu
bukan hal wajar. Jika terus dibiasakan, maka mencontek akan benar2 menjadi
budaya kita, yang akhirnya menjadi sebuah kecurangan kecil yang tumbuh menjadi
bibit, korupsi, kolusi dan nepotisme.
Semoga saya, anda, dan kita semua masih berada di jalan
yang benar, bukan di jalan yang sudah mengalami pembenaran.
Selasa, 23 Juli 2013
Akreditasi Jurusan, Penting Nggak ya??
memilih jurusan merupakan satu masalah yang sering dihadapi oleh siswa lulusan SMA setiap tahunnya. ini adalah definisi apa itu akreditasi. definisi ini saya ambil dari dari buku 2 standar dan prosedur akreditasi BAN-PT, selamat menyimak :D
NAh, itu tadi definisi akreditasi serta tujuan dan manfaat dari akreditasi. Sekarang bagaimana gambaran penting dari akreditasi secara real? berdasarkan pengalaman saya browsing lowongan kerja dan penerimaan pendaftaran program master (maklum, freshgraduate,hehehehe :D), saya menemukan bahwa akreditasi cukup penting, baik untuk mendaftar kerja maupun kalo mau lanjut S2. ini buktinya:
1. Ini adalah lowongan pekerjaan tenaga dosen dan non-dosen di UIN Malang,
2. lowongan kerja di pertamina
3. Syarat pendaftaran S2 ITS
demikian hasil browsing saya selama beberapa bulan ini. Temuan saya ini ini hanya sebagian kecill dari loker serta syarat S2 yg bertebaran. Sebenarnya jika dikatakan penting, terkadang akreditasi memang dipersyaratkan oleh beberapa instansi. Namun banyak juga instansi yg tidak mensyaratkan akreditasi. Percaya rejeki orang sudah ada yang mengatur ya. ini hanya sedikit gambaran dari saya. semangat kuliah :D
"Akreditasi merupakan salah satu bentuk penilaian (evaluasi) mutu dan kelayakan institusi perguruan tinggi atau program studi yang dilakukan oleh organisasi atau badan mandiri di luar perguruan tinggi. Bentuk penilaian mutu eksternal yang lain adalah penilaian yang berkaitan dengan akuntabilitas, pemberian izin, pemberian lisensi oleh badan tertentu.
Berbeda dari bentuk penilaian mutu lainnya, akreditasi dilakukan oleh pakar sejawat dan mereka yang memahami hakikat pengelolaan perguruan tinggi sebagai Tim atau Kelompok Asesor. Keputusan mengenai mutu didasarkan pada penilaian terhadap berbagai bukti yang terkait dengan standar yang ditetapkan dan berdasarkan nalar dan pertimbangan para pakar sejawat (judgments of informed experts). Bukti-bukti yang diperlukan termasuk laporan tertulis yang disiapkan oleh institusi perguruan tinggi yang akan diakreditasi yang diverifikasi dan divalidasi melalui kunjungan para pakar sejawat ke tempat kedudukan perguruan tinggi.Akreditasi merupakan suatu proses dan hasil. Sebagai proses, akreditasi merupakan suatu upaya BAN-PT untuk menilai dan menentukan status mutu institusi perguruan tinggi berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan. Sebagai hasil, akreditasi merupakan status mutu perguruan tinggi yang diumumkan kepada masyarakat. Dengan demikian, tujuan dan manfaat akreditasi institusi perguruan tinggi adalah sebagai berikut :
- Memberikan jaminan bahwa institusi perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggaraan perguruan tinggi yang tidak memenuhi standar.
- Mendorong perguruan tinggi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankan mutu yang tinggi
- Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapat pengakuan dari badan atau instansi yang berkepentingan.
Mutu institusi perguruan tinggi merupakan totalitas keadaan dan karakteristik masukan, proses dan produk atau layanan institusi perguruan tinggi yang diukur dari sejumlah standar sebagai tolok ukur penilaian untuk menentukan dan mencerminkan mutu institusi perguruan tinggi. "(BAN-PT, 2011)
NAh, itu tadi definisi akreditasi serta tujuan dan manfaat dari akreditasi. Sekarang bagaimana gambaran penting dari akreditasi secara real? berdasarkan pengalaman saya browsing lowongan kerja dan penerimaan pendaftaran program master (maklum, freshgraduate,hehehehe :D), saya menemukan bahwa akreditasi cukup penting, baik untuk mendaftar kerja maupun kalo mau lanjut S2. ini buktinya:
1. Ini adalah lowongan pekerjaan tenaga dosen dan non-dosen di UIN Malang,
2. lowongan kerja di pertamina
3. Syarat pendaftaran S2 ITS
demikian hasil browsing saya selama beberapa bulan ini. Temuan saya ini ini hanya sebagian kecill dari loker serta syarat S2 yg bertebaran. Sebenarnya jika dikatakan penting, terkadang akreditasi memang dipersyaratkan oleh beberapa instansi. Namun banyak juga instansi yg tidak mensyaratkan akreditasi. Percaya rejeki orang sudah ada yang mengatur ya. ini hanya sedikit gambaran dari saya. semangat kuliah :D
Rabu, 17 Oktober 2012
Sharing + beberapa tips buat yang akan memulai studi doktoral
Barusan saya ngecek email,, ini ada email yang sangat bagus dari suatu milis. bukan bermaksud memadamkan semangat kawan2 semua, tapi ini saatnya untuk mempersiapkan diri dengan lebih :) extra.
Semoga nanti kita tidak perlu shock dengan kondisi-kondisi seperti ini , good luck semuanya :)
Dari: Daisy Irawan
Dari: Daisy Irawan
Saya pernah bercakap-cakap dengan teman yang bekerja sebagai psikolog di international student office di suatu universitas di Australia. Menurut beliau, kasus attempt to suicide di kalangan international students yang studi doktoral ini lumayan tinggi jika dibandingkan local student . Masalahnya: mulai dari keuangan (beasiswa tidak mencukupi, terlambat atau diputus), sampai ke cross-culture and expectation misunderstanding dengan supervisor mereka.
Soal beasiswa terlambat, mungkin sulit kita kendalikan. Tetapi teman-teman yang berniat studi di LN, sebaiknya mulai mencari informasi yang sejelas-jelasnya mengenai harapan dirinya sendiri, supervisornya, dan tentang perbedaan budaya ini. Pihak Dikti yang menyediakan banyak sekali beasiswa, juga harus mulai memperhatikan hal ini, dan mempersiapkan mahasiswa Indonesia dengan sebaik-baiknya sebelum studi.
Satu hal yang saya tahu, di Indonesia, kita bisa riset sesuai dengan keinginan kita, dan kecepatan kita. Tetapi di banyak negara maju, PhD student adalah 'pegawai' profesor/research center/universitas. Sebagai pegawai, kebebasan yang kita miliki tidak seluas di Indonesia. Ekspektasi terhadap kinerja kita, juga bisa sangat tinggi. Apalagi jika profesornya dikejar deadline untuk menyelesaikan proyek dan menghasilkan paten. Ada profesor yang baik, dan sangat suportif. Tetapi ada juga jenis profesor yang tidak punya cukup dana penelitian untuk membeli bahan kimia/membiayai penelitiannya, tetapi inginnya beraneka ragam.
Ada juga profesor yang tipenya adventurer dan proyektor sejati, sehinga mahasiswanya diminta mengerjakan beraneka eksperimen di luar proposal penelitian yang disepakati bersama, sampai kehabisan waktu untuk mengerjakan penelitiannya sendiri. Susahnya, mahasiswa Asia biasanya rajin, dan cenderung sulit berkata tidak. Ketika ybs harus mempertanggung jawabkan penelitiannya, baru kelabakan karena tidak punya data yang cukup untuk dirinya sendiri... Ada banyak kasus, mahasiswa seperti ini punya justru seabrek data sampingan, tetapi semuanya bersifat 'confidential' karena eksperimennya merupakan pesanan suatu industri kepada sang profesor.
Kejadian lain, banyak mahasiswa internasional yang kelabakan karena school/laboratoriumnya tiba-tiba ditutup, profesornya pindah/dipensiun dini karena dianggap tidak bisa mendatangkan cukup dana untuk universitas. Ini kondisi sangat sulit, apalagi bagi yang berangkat dengan status 'tugas belajar' sehingga tidak bisa dengan mudah pindah ke lain jurusan dan menambah masa studi. Kasus sang profesor berselisih dengan profesor yang lain, sehingga akses mahasiswa yang bersangkutan untuk bekerja di suatu lab/menggunakan alat tertentu terhambat juga sangat banyak. Pada posisi ini, mahasiswa internasional seringkali benar-benar stuck, tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi jika yang bermasalah adalah head of department, atau atasan profesor yang bersangkutan. Kasus mahasiswa yang harus pindah ke profesor lain, dan mulai riset dari awal, karena profesor pertamanya karena suatu kasus tiba-tiba terkena gangguan jiwa berat juga ada. Hal seperti ini kan benar-benar kejadian tak terduga, dan tentu saja tidak diharapkan siapapun juga apalagi kalau masa beasiswanya sudah hampir habis.
Bukannya menakut-nakuti teman2 yang sedang mencari beasiswa. Tetapi sebaiknya kita menyiapkan mental untuk menghadapi hal-hal tersebut, dan tidak dengan mudah menghakimi orang lain yang terpaksa terhenti studinya karena permasalahan-permasalahan yang sudah di luar kendali teman tersebut.
Daisy Irawan
Kamis, 02 Agustus 2012
KORELASI ANTARA TINGKAT KECERDASAN DAN TINGKAT LOYALITAS PADA MANUSIA.
Pernah dengar
tentang mantan presiden RI BJ. Habibie?
Beliau adalah salah satu orang paling cerdas di dunia. Beliau merupakan seorang
ahli dalam merancang dan merakit pesawat terbang. Setelah pabrik pesawat
Indonesia ditutup, beliau hijrah ke jerman untuk meneruskan karier beliau di
sana. Beliau sempat kembali ke Indonesia dan menjadi seorang presiden, namun
pemerintahannya hanya bertahan beberapa saat saja. Ketika berbicara, beliau sering
melompat-melompat dari satu bahasan ke bahasan yang lain, hal ini dikarenakan
kemampuan berpifikir beliau yang lebih cepat sehingga belum selesai membahas
satu topik, beliau sudah beralih ke topik lain.
Tidak diragukan
lagi bahwa presiden BJ habibie memiliki tingkat kecerdasan yang sangat tinggi.
Merancang sebuah pesawat bukan merupakan suatu pekerjaan yang sulit, tapi
sangaattt sulit J. Jika
kita melihat keadaan keluarga pak BJ habibie, beliau hanya memiliki seorang
istri. Kehidupan keluarga beliau juga tidak pernah terserang gosip huru hara
rumah tangga, orang jawa billang kehidupan keluarga beliau adem tentrem.
Dilihat dari
fakta-fakta tersebut sekilas bisa
dilihat ada hubungan antara tingkat kecerdasan dengan tingkat kesetiaan
seseorang. Semakin tinggi kecerdasan seseorang, maka akan semakin tinggi pula
kesetiaan seseorang. Ada korelasi yang positif antara kedua variabel ini. Berikutnya
kita akan mambahas fakta-fakta yg akan mendukung pendapat ini.
Profesor BJ
habibie menjadi sangat terpukul ketika ainun, istri beliau meninggal dunia.
Info selengkapnya ttg ini bisa anda baca di postingan saya yang lalu tentang
Kisah Inspiratif Prof. BJ Habibie. Dua minggu setelah kepergian sang istri,
profesor mengalami depresi, beliau memanggil manggil nama istrinya. Akhirnya setelah
berkonsultasi dengan dokter, ada dua pilihan yang ditawarkan, yaitu mendapatkan
perawatan atau beliau menulis sebuah buku. Akhirya beliau menulis sebuah buku
yang berjudul ainun. Dari sini terlihat bahwa Prof. BJ habibie sangat setia
kepada istrnya.
Fakta berikutnya,
saya teringat ketika mengikuti satu mata kuliah, yaitu ikatan kimia oleh Prof.
Effendy. Hingga saat ini beliau merupakan seorang visiting research di sebuah
universitas GO8 di Australia. Beliau mendapatkan gelah P.hD dari Western
University of Australia. Saat itu bapak bercerita tentang keluarganya, beliau
masih memiliki seorang anak yang masih berumur 5 tahun. Pada saat bercerita
tentang keluarganya, sangat terlihat bahwa beliau sangat mencintai keluarganya.
Prof. Effendy
juga pernah bercerita tentang teman2 beliau yang juga mengadakan penelitian di
Australia. Saya sedikit lupa namanya, seorang ahli kimia katalis akhirnya
menjadi sukses berjat sang istri. Saat itu sang suami, seorang kimiawan sedang
ulang tahun. Mereka merupakan keluarga dengan ekonomi biasa. Setelah bekerja
tambahan, sang istri mengumpulkan uang dan membelikan sang suami sebuah buku
tentang suatu unsur, kalo tidak salah berilium. Sang istri membeli buku itu
karena buku tersebut harganya bisa dijangkau sebab buku tersebut tipis, jumlah
halamannya sedikit. Sang suami sangat senang mendapatkan buku tersebut. Beliau
terpacu untuk mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai unsur tersebut. Buku
kimia yang masih tipis menunjukkan bahwa penelitian di bidang itu masih sangat
minim. Dann akhirnya sang suami sukses menemukan bermacam-macam katalis dari
unsur tersebut yang bisa digunakan untuk dunia industri. J, Karyanya menjadi terkenal dan banyak
dipatenkan.
Prof. Effendy
juga bilang bahwa teman-temannya sesama Proffesor di Australia memiliki
kehidupan rumah tangga yang harmonis. Prof. Allan White, Marie Currie, dan
masih banyak lainnya.
So, dari semua
penjelasan di atas, bagaimana tingkat kecerdasan anda bisa ditentukan dari
seberapa loyalkah anda. Secara logika, mungkin hal itu benar karena orang yang
pandai tidak akan mengambil resiko resiko untuk merusak sesuatu yang sudah
berjalan dengan baik. Banyak waktu yang terbuang jika harus digunakan untuk
mencuri curi waktu sms an dengan orang X, ketemuan dengan orang X, dll. Mereka
sangat menghargai waktu. Karena ketika sudah masuk ke dalam dunia yang mereka
tekuni, mereka seringkali menghabiskan waktu yang lama, sehinga waktu bersama
orang-orang tercinta menjadi sangat berharga.
So, seberapa
cerdaskah anda?? J
Kamis, 10 Mei 2012
Kepribadian Berdasarkan Posisi Favorit dalam Sepak Bola
Banyak cara untuk melihat kepribadian seseorang. Ada cara melihat kepribadian seseorang melalui golongan darah, tes psikologi, hingga cara menulis atau bentuk tulisan. Kali ini saya akan membahas kepribadian seseorang berdasarkan posisi favorit mereka dalam permainan sepak bola.
Sebenernya setau saya belum ada penelitian tentang ini, namun saya hanya mengeneralisasi fakta-fakta yang ada di lapongan. Berhubung hobi saya adalah liat pertandingan sepak bola, dan saya memiliki beberapa teman yang hobi maen sepak bola. Dari hal itulah saya mencoba untuk mengklasifikasikan kepribadian seseorang berdasarkan posisi favorit dalam sepak bola. Here it is:
1. STRIKER
Seorang striker biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka berada di ujung tombak sebuah team untuk memenangkan sebuah prtandingan. Terkadang sedikit egois dan seorang yang show up.
2. PLAYMAKER
BIasanya merupakan sosok yang bijaksana, karena bisa membagi bola dan menentukan kapan saat menyerang dan kapan saat bertahan. kestabilan emosinya sangat baik karena mengatur ritme pertandingan. Tidak emosional. Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Jeli melihat peluang.
3. GELANDANG
Ada gelandang yang bertipe gelandang serang dan gelandang bertahan. Umumnya memiliki karakter yang hampir sama. Karakternya cenderung stabil dan bisa menempatkan diri saat bertahan maupun menyerang. Memiliki rasa yang solidaritas tinggi. Pandai melihat peluang.
4. BEK
Bertanggung jawab karena jika pertahanan lemah maka tim akan mudah diserang dan akan mengacaukan seluruh team. tipe pekerja keras. bukan tipe seorang show up.
5. KIPER
Sama seperti striker, memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. tidak terlalu show up. Sosok pendiam namun yakin atas kemampuan dirinya. Bertanggung jawab.
Demikian ulasan singkat tentang karakter seseorang berdasarkan posisi favorit dalam olahraga. Sifat yang saya sebutkan di sini hanya sifat-sifat yang dominan, bukan sifat yang selalu muncul karena everybody is unique. JAdi setiap posisi memiliki sikap dominannya masing-masing. Ini menurut pendapat saya, bagaimana dengan posisi favorit anda? silahkan komentnya :D
Sebenernya setau saya belum ada penelitian tentang ini, namun saya hanya mengeneralisasi fakta-fakta yang ada di lapongan. Berhubung hobi saya adalah liat pertandingan sepak bola, dan saya memiliki beberapa teman yang hobi maen sepak bola. Dari hal itulah saya mencoba untuk mengklasifikasikan kepribadian seseorang berdasarkan posisi favorit dalam sepak bola. Here it is:
1. STRIKER
Seorang striker biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi. Mereka berada di ujung tombak sebuah team untuk memenangkan sebuah prtandingan. Terkadang sedikit egois dan seorang yang show up.
2. PLAYMAKER
BIasanya merupakan sosok yang bijaksana, karena bisa membagi bola dan menentukan kapan saat menyerang dan kapan saat bertahan. kestabilan emosinya sangat baik karena mengatur ritme pertandingan. Tidak emosional. Memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Jeli melihat peluang.
3. GELANDANG
Ada gelandang yang bertipe gelandang serang dan gelandang bertahan. Umumnya memiliki karakter yang hampir sama. Karakternya cenderung stabil dan bisa menempatkan diri saat bertahan maupun menyerang. Memiliki rasa yang solidaritas tinggi. Pandai melihat peluang.
4. BEK
Bertanggung jawab karena jika pertahanan lemah maka tim akan mudah diserang dan akan mengacaukan seluruh team. tipe pekerja keras. bukan tipe seorang show up.
5. KIPER
Sama seperti striker, memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. tidak terlalu show up. Sosok pendiam namun yakin atas kemampuan dirinya. Bertanggung jawab.
Demikian ulasan singkat tentang karakter seseorang berdasarkan posisi favorit dalam olahraga. Sifat yang saya sebutkan di sini hanya sifat-sifat yang dominan, bukan sifat yang selalu muncul karena everybody is unique. JAdi setiap posisi memiliki sikap dominannya masing-masing. Ini menurut pendapat saya, bagaimana dengan posisi favorit anda? silahkan komentnya :D
Langganan:
Postingan (Atom)

