Kamis, 16 Juni 2016

Manusia Masa KIni

hari hari semakin cepat berlalu. Orang orang lalu lalang di sekitar saya. Mencoba mengamati tingkah laku mereka di sela-sela mengerjakan tesis. yaa, semua orang punya tujuan hidup masing-masing, dan hampir bisa dipastikan berbeda-beda. Tujuan hidup ini memang seringkali sangat dipengaruhi oleh orang-orang disekitarnya. Ya kita tidak bisa memungkiri bahwa kita pasti akan mendapat pengaruh dari orang-orang di sekitar kita. 

Melihat perkembangannya, seperti apa kita terlihat oleh oang lain menjadi salah satu tujuan hidup kita. Kita selalu berusaha terlihat sempurna di depan orang lain. Terkadang apa yang menjadi tujuan hidup kita adalah mengejar apa yang orang lain kejar. Bukankah ini berbeda, Impian antara satu orang dengan orang yang lain. 

Perjuangan mengerjakan tesis,, yeahh, its hard. Saya ingin cepat selesai ya Allah. ingin segera melangkahkan kaki ke jalan-jalan di luar sana. Ingin mencoba menjajaki hal-hal baru. Alasan saya ingin cepat lulus ya karena I have to. Bukan karena teman-teman sudah lulus, jadi aku ingin cepat lulus. no, mereka yang sudah lulus dulu mungkin ada sesuatu yang harus segera dikerjakan. 

Ayoo, hidup rek, lakukan yang ingin kau lakukan, bukan orang lain lakukan. Berbahagia lah :)

Senin, 13 Juni 2016

JOINING PARE SPRING SCHOOL PROGRAM (Population, Activity, Resource, and Environment)

Lama sekali saya tidak menulis blog. Hampir setengah tahun :) 6 bulan ini banyak hal yang sudah saya lewati. Tentu saja saya masih berkutat dengan penelitian saya, hehehe. Saya masih kerja di lab, mengumpulkan secuil demi secuil data untuk di pertahankan hasilnya di sidang nanti. Btw kapan sidang mik? ntar kalo sudah daftar sidang, hahahhaa

Member tim 1 PARE Spring School 20016, dari kiri ke kanan: Habu, Akane, Golf, Mike, Icha di Srinakharin Dam, Site Sampling 2. 

Selain bergelut dengan riset, bulan Maret lalu saya mengikuti program Spring School PARE  (Population, Activity, Resource, and Environment) di Thailand, 7-22 maret 2016. Pertama kali saya mengetahui program PARE dari salah satu dosen saya, kemudian saya mencari tau lebih tentang program ini. Program PARE menurut saya sangat relevan dengan bidang studi saya saat ini. Berdasarkan hasil pencarian saya, program ini dapat menambah pengalaman saya, terutama pengalaman praktik lapangan. Program ini concern terhadap isu lingkungan yang juga merupakan concern saya saat ini. Masalah lingkungan merupakan masalah nyata yang masih sering diabaikan oleh kebanyakan orang.  

Makan siang di tengah laut, di Agrowisata Hutan Bakau, saya lupa tempatnya

(perjalanan mengelilingi Koh Kret Island di sungai Chao Praya, Bangkok)


Banyak hal yang saya dapatkan ketika saya bergabung dengan program ini. Dalam Hal Akademik:  Saya belajar banyak tentang penggunaan instrument pengukuran kualitas air, seperti pH meter, turbidimeter, kit penguji konsentrasi silica, nitrat, sulfat, material, COD, BOD, dll. Saya juga belajar tentang parameter2 kualitas air bersih, analisis lingkungan, serta penggunaan GIS untuk analisis masalah di lingkungan dihubungkan dengan letak geografis. Dalam Hal Non-Akademik: Saya mendapat banyak pengalaman baru berdiskusi dengan teman-teman baru dari Negara yang berbeda-beda. Kami dapat sharing berbagai pengalaman, pola pikir, serta menambah kemampuan berbahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Semua berjalan lancar? tentu tidak. Karena saya muslim dan mayoritas penduduk di sana adalah non muslim, maka agak susah untuk menemukan makanan halal dan tempat ibadah. Namun Panitia sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyediakan panitia local yang mengantarkan peserta muslim untuk membeli makanan halal (di luar kampus, di dalam kampus ada kantin halal), dan memintakan izin kepada pemilik rumah makan untuk menyediakan tempat untuk ibadah solat. Selain itu, teman-teman sesama peserta yang berasal dari Thailand juga sangat membantu dalam hal komunikasi dengan warga local, baik saat membeli makan, mencari tempat solat, dan wawancara untuk mendapatkan data lingkungan sekitar.

Saat mengikuti program ini saya sangat tertarik terhadap semua materi dan saya merasa sangat senang bisa bertemu dengan pemateri pemateri yang ahli di bidangnya serta teman-teman yang selalu terbuka untuk diajak berdiskusi. Selain sesi akademik, materi, sampling, presentasi, tugas akhir, panitia juga menyediakan program refreshing, ssat itu kami datang ke agrowisata hutan bakau. Di sana kami menanam pohon bakau, makan siang di tengah laut, dan bermain ski. Jadwal yang sangat padat, membuat kebersamaan kami semakin terasa. 

Sebenernya sangat banyak hal yang ingin saya tulis disini, namun karena keterbatasan waktu dan kesempatan. InsyAllah saya akan menulis semua aktivitas saya disana selama 22 hari. Semoga diberi kesempatan ya. see yaa, thanks for reading.

POST PERTAMA DI 2016

Post pertama di tahun 2016 :). Mau nulis apa Mik? hahaha

Sepertinya mulai lelah ini, saat ini saya sedang berada di Ruang Penelitian, Unit 3 LPPT UGM Lantai 3. 3 kali bikin standar larutan hasilnya nggak seperti yang diharapkan. Yayaya,, penelitian lab memang keras :D

Sedikit frustasi,, bgaimana biar bisa dapat R yang bagus. *think.

InsyAllah usaha ini akan terus berlanjut, sampai titik darah penghabisan.

Capek mik? iyaa, banget.
Mau berhenti? NGGAK. Keep moving forward. Banyak yang gagalnya lebih dari saya di luar sana. Ini mah belum apa apa mik.

:D

Kamis, 31 Desember 2015

REFLEKSI 2015

Blitar, 31 Desember 2015

Yeah,, this is the end of this year. Sdah mengerjakan apa saja Mik? :)

Setahun sudah hampir berlalu, tahun 2015 hanya menyisakan waktu beberapa jam saja. Banyak resolusi-resolusi yang didengungkan di awal tahun kemarin menjadi hanya sebuah resolusi. Meskipun demikian, saya sangat bersyukur masih banyak hal-hal tak terduga yang dapat saya capai. Yuk, perbaiki diri di tahun 2016 menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan hanya sekedar resolusi semata, perlu aksi nyata, tindakan nyata.

Tahun 2016 sepertinya akan manjadi tahun yang lebih menantang dari 2015 meskipun sebenarnya setiap tahun tantangan tantangan baru selalu ada. Yes, karena hidup tak sekedar hidup, jalani seperti air yang mengalir. Namun ingat air selalu mengalir ke arah yag ebih rendah. You need a pump to make you go up. kamu butuh usaha, kamu butuh energi untuk mencapai yang kamu cita-citakan.

Doa ku di awal tahun masehi ini, semoga dilancarkan tesisnya, bisa wisuda Juli 2016. Dilancarkan jodohnya, dilancarkan nanti pekerjaannya whether being a housewive or career women, :). Bahkan hingga saat ini pun saya belum tahu mau jadi apa :). Yang jelas saya usahakan untuk selalu do the best, melakukan yang terbaik untuk saya, keluarga, teman-teman dan semua orang di sekitar saya.

Mike,,, ayooo go better :)

Minggu, 27 Desember 2015

If I were You

Blitar, 27 Desember 2015


Apa yang terlihat dari luar tidak selalu sama dengan apa yang sebenernya sedang terjadi di dalam. Hanya sang pemeran lah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa kali saya menemukan bahwa ad sesuatu yang tidak bisa di prediksi. Kita bukan dukun yang bisa memprediksi fikiran orang. Atau bahkan mencoba membaca apa isi hati seseorang.

Seringkali orang-orang di sekitar kita akan berkomentar macam-macam kepada orang lain di sekitarnya. Entah itu komentar positif ataupun negatif. Tak akan  menjadi masalah ketika komentar2 yang keluar adalah positif, namun akan sangat berbahaya jika sebaliknya. Ya, kebiasaan menggosip memang masih mangakar pada budaya kita, orang Indonesia. Banyak hal sepele yang kita komentarin sehingga memicu api-api perselisihan. Salah paham akan sangat mungkin terjadi.

Nasehat buat para komentator, terutama buat saya sendiri, jangan ikut-ikut berkomentar tentang suatu hal yang kita sendiri belum ketahui apa yang sebenarnya terjadi. Ingat bahwa sumber yang bisa dipercaya adalah sumber primer, meskipun sumber sekunder juga sangat diperlukan juga. Jangan sampai omongan kita menjadi fitnah. Kalaupun itu benar, hal negatif yang kita omongkan, maka sama saja kita membuka aib orang.Berkomentar memang gampang, apalagi buat kita yang hanya melihat dari sisi luarnya saja.

Mungkin kita perlu mejadi orang lain itu untuk bisa berkomentar, If I were you.Tidak semua hal-hal sepele yng kita lihat kenyataanyya sesederhana yang kita bayangkan. Bisa jadi masalah yang dimiliki sangat kompleks. Seperti kata pepatah, never judge a book by its cover.

bersambung dulu yaa,, saya ngantuk berat

Jumat, 18 Desember 2015

Rabu, 16 Desember 2015

Enjoy The Process Dan Jangan Lupa Bahagia :)

"Wik, ngeri yaa si XXXXX, tesisnya sudah mau selesai. 3 semester broo"
"wik, ngebut banget tesis nya broo, masih juga semester 3"
"SI YYY, sudah ngolah data lo, kita gimana ini kok masih blm ada data"

Kalimat-kalimat seperti ini semakin sering saya dengar di sekitar saya. Ya, maklum sih, sekarang sudah akhir semester 3. Bisa dibilang kami cuma punya waktu bersih 1 semester atau sekitar 3-4 bulan lagi sebelum fix bener2 sidang thesis. Cumakmarin ada temen cerita. ketika si ZZ diskusi kalo sudah revisi ke tiga kalinya, ada temen yg tiba-tiba bilang "brem brem brem" ala ala mobil balap lagi ngebut. Yeah I know, ada beberapa orang yang mungkin berfikiran "wihh kok ngebut banget ya, lainnya aja masih ngelab"

Nah disini ini yang sebenernya perlu digaris bawahi. Kita terbiasa membandingkan hasil akhir yang kita peroleh dengan hasil orang lain. jarang sekali kita mebandingkan PROSES bagaimana hasil tersebut muncul. Jika mau jujur dan dirunut, cek deh, temen yang mau sudah revisi2 itu memang sejak semester awal mereka sudah mulai mengerjakan tesisnya. Di saat temen2 yang lain  masih fokus kuliah, temen kita yang satu ini sudah mulai install aplikasi buat komputasi mereka, bahkan sampai beli leptop baru. Bayangkan rek, kalo mereka tidak selesai semester ini, apa mereka nggak sedih? mereka sudah ngerjain tesisnya sekitar setahun lo. La kita-kita masih sekitar 5-6 bulan. Kalo aku jadi mereka yang sudah ngerjain tesis dari awal masuk kuliah, ya pasti aku bakal nagis-nangis rek kalo nggak selesai semester ini. 

Kejadian ini mengingatkan saya waktu saya mengerjakan skripsi saya dulu. Waktu itu saya masih semester 6 dan saya sudah mulai ngerjakan skripsi saya. Saya kuliah full 24 sks ditambah skripsi yang saat itu belum masuk KRS. Jika dimasukkan brarti saya ambil 28 SKS. what sekali kan. Saya masih ingat gimana pontang pantingnya saya, ngerjain ini itu, sedangkan teman-teman saya masih fokus dengan kuliah dan hanya mengambil SKS yang lebih sedikir dari saya. Kuliah dan skripsi saya still go on sampai semester 8. di akhir semster 8 saya sudah mulai revisi akhir dan siap sidang. Beberapa teman ada yang bilang, enak ya sudah selesai skripsinya. la kan,, kelihatannya yang enak saja, sudah mau selesai. La semster 6 dan 7 yang lalu seolah saya nggak ngapa-ngapai,hehehe. Pas semster lalu nggak ada yang bilang "wih, berat ya kuliah sama skripsi". ya, manusia,hehehe. Jadi di sini saya tau apa yang temen-temen S2 saya yang sudah siap revisi ini rasakan. 

Ayo rek, enjoy the process. Every person has his/her way. Jalan yang baik buat si A belum tentu baik buat si B. Jangan ada sindir-sindiran lah. Apalagi jika kita cuma membandingkan hasil akhirnya, pasti banyak nyeseknya,hehehe. Kalo mau bandingkan. coba bandingkan prosesnya rek biar nggak nyesek :D.

Yuk nikmati prosesnya dan jangan lupa bahagia :)