Selasa, 16 Januari 2018

Romantic Doctor, Romantic Lecturer

Seminggu yang lalu saya menonton drama korea dengan judul "Romantic Doctor, Teacher Kim".  Cita-cita saya daru dulu memang jadi dokter, jadi saya sangat hobi menonton drama korea atau film tentang dunia kedokteran. Menonton drama Korea bagi saya mempunya banyak sekali manfaat, yaitu mulai dari hiburn karena alur ceritanya yang lucu dan masih masuk akal, serta kita dapat belajar tentang suatu profesi secara lebih mendalam. Misalnya, film yang bercerita tentang seorang dokter, maka akan ditampilkan apa saha suka duka menjadi dokter, bahkan sampai ke detail operasi di ruang operasi. Jika tentang wartawan, maka akan dijelaskan dengan detail bagaimana seorang reporter bekerja, bahkan mulai dari nol. Drama korea bukan hanya tentang tontonan, tapi juga belajar tentang banyak hal baru. Ceritanya juga masih masuk akal, meskipun ada juga yang khayal, tapi tidak se khayal sinetron Indonesia :( this is my personal opinion.

tentang drama korea romantic doctor, teacher Kim adalah nama seorang dokter senior yang bertangan dingin di suatu rumah sakit besar yang tiba-tiba menghilang. Dia berpindah bekerja di suatu rumah sakit kecil dengan nama barunya, Teachir Kim. Daerah terpencil ini memiliki sebuah kasino yang sangat terkenal dan setiap weekend akan banyak dikunjungi warga dari kota lain, akibatnya seringkali terjadi kecelakaan pada hari Jumat. Singkat cerita, akhirnya ada 2 orang dokter muda yang bekerja di RS kecil tersebut dan belajar menjadi ahli bedah yg hebat dari Teacher Kim. Teacher Kim bukan seorang dokter yang ramah, namun dia mengajari mereka dengan cara yang keras. Teacher Kim banyak memberikan tantangan2 kepada dua dokter muda tersebut dalam menghadapi berbagai kasus operasi. I think he absoulutely a lovely teacher.

Lalu apa yang bisa saya mabil dari film ini? ya saya ingin menjadi guru yang baik dan dapat menginspirasi mahasiswa saya. Bagamana caranya? Tunjukkan bahwa kamu punya kompetensi yang bagus, dari segi materi dan penyampaiannya. Bagaimana cara mendorong mahasiswa untuk dapat mendorong potensi mereka sampai ke batas limitnya. Pengalaman saya waktu kuliah S1, saya kurang mendapat info tentang beasiswa-beasiswa jalan-jalan,hehe. Saya ingin mendorong mahasiswa saya bahwa banyak kesempatan untuk mendapat beasiswa. Kalian sama sama kuliah, mumpung masih jadi mahasiswa kenapa nggak mencoba mendaftar beasiswa, kan gratis. Kalo kalah setidaknya kalian dapat pengalaman, kalau menang kalian bisa mendapat hadiah jalan-jalan plus ilmu :) Kuliah S2 benar-benar membuka cakrawala saya tentang sekolah dan menikah. Menikah itu penting, sangat penting.

Sekolah di pelosok bukan halangan seseorang untuk mundur, namun malah menjadi nilai positif bahwa saya lo anak dari pedalaman, daerah pelosok juga bisa berprestasi. Kalo anak kota dapat beasiswa kemana mana itu wajar, karena lingkungan mereka sangat mendukung. Akses informasi cepat dan sarana prasarana mereka lengkap. Sedangkan di daerah pelosok, bahkan untuk dapat info saja sulit. Karena atmosfernya beda, lingkungan disini yang penting kerja deket rumah selesai. Kerja deket rumah dan sukses juga bisa dicapai kok. Izin orang tua untuk anaknya daftar beasiswa kemana mana juga sussah, padahal baru daftar lo, belum mesti ketrima. at least coba dulu saja. ini [engalaman semester lalu sih, ada beasisawa ke Amerika dan mereka punya waktu 1 bulan untuk persiapan, ternyata zonk. nono of them applied that scholarship. Ini tantangan untukmu Mik, biar kamu bisa kasih semangat mereka, bahwa di luar sana itu banyak lo tempat-tempat yang indah dan menarik yang bisa dikunjungi. Banyak yang bisa kamu lakukan di luar Indonesia, terutana belajar dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi. Pengen kan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara adigdaya lainnya :)

Salam :)

Selasa, 26 Desember 2017

Q and A

Beberapa saat yang lalu sedang booming tentang video-video yutub tntang Q and A. Nah saya juga ingin bikin tapi versi tulisan, haha. oke kita mulai, Q and A semua berasal dari saya, karena saya bukan selebgram, selebtwit atau orang terkenal lainnya. Here we go:

Q: Mik, tahun ini target-target sudah tercapai semua?
A: 50% , 2 dari 4 target tercapai. yang 2 lagi masih belum

Q: Apasih target yang tercapai dan tidak tercapai?
A: Yang tercapai dapet kerja dan SIM A, yang gagal, nikah dan TOEFL 550 atau IELTS 6,5 hahaha

Q: Tahun depan mau tagert apa lagi?
A: Nikah (target dari tahun kapan ini yang belum kesampaian, haha), publikasi 1 jurnal internasional, jadi dosen tetap, TOEFL 550/IELTS 6,5, kalo belum bisa jadi dosen tetap mau S3 aja sekalian hehehe

Q: Tentang nikah, kenapa kok belum nikah nikah?
A; Belum ada yang ngelamar mbak haha,, belum ditemukan sama orang yang cocok dengan saya mungkin

Q: lalu kriteria jodoh idaman seperti apa?
A: yg terpenting adalah yang mau sama saya,haha. punya visi misi yang sama, mau jadi anak dari ortu saya dan suka jalan-jalan dan suka nonton bola (optional). Kalo bisa tim favorit bukan MU sih, biar lebih seru kalo nonton.

Q: pilih nikah atau S3?
A: kalo kesempatan keduanya dateng bersamaan pilih nikah sih, S3 bisa menyusul. Tapi kalo belum dapet rejeki nikah, diusahakan S3 bulan September ini (kalo belum jadi sodesn tetap)

Semoga lancar Mik semuanya yang dicta-citakan, memang rejeki bisa dalam bentuk yang beragam. Yang jelas semua nikmat yang kamu rasakan saat ini adalah rejeki buatmu, dan tentu akan berbeda dengan rejeki orang lain. Semua orang punya jalannya masing-masing, punya cerita masing-masing. Apa yang bisa dikerjakan, kerjakan. Jangan lupa tetap bahagia san stay fat hahaha :D

Seni Menemukan dan Ditemukan

Time flies, banyak hal yang sudah berubah dan bergerak sesuai dengan ritmenya. Detak jantung yang seirama dengan detik jam dinding mengikuti rotasi bumi yang mungkin jarang kita sadari. Stop mik, haha. Banyak teman-teman yang sudah menemukan belahan jiwanya dan menikah, have a  baby dan menikmati hidup. Bagaimana dengan saya yang belum menikah? tentu saja saya juga sedang menikmati hidup saya :) menikah atau belum, bukan alasan untuk tidak bersyukur dan melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Saya mengamati beberapa teman yang tiba-tiba menyebar undangan, dan dengan orang-orang yang belum pernah diprediksi sebelumnya. And what they said? jodoh akan ketemu pada saatnya, di waktu yang tepat dan saat yang tepat. itu kata mereka :) and I am here, I do believe it, dan saya yakin the same thing gonna works on me too :)

Menikah buat saya adalah seni menemukan dan ditemukan. Bagaimana rasanya kita merasa telah menemukan seseorang yang bisa di ajak sharing setiap hari. Teman ngobrol dan teman berantem setiap hari :D. I think married live will be go so funny,hahaha, ada temen curhat, bikin rencana hidup mau jadi apa ke depannya, nyemangatin kalo MU lagi kalah (atau malah membully), eh hahaha. Intinya bahaimana caranya menemukan seseorang yang bisa menerima semua keburukan dan kejelekan setiap orang. Noone is perfect, either I am. Banyak sekali kekurangan saya, mulai dari too detail person, too worreid person and sungkanan, and many others, Because of that I need someone to complete me. Beberapa kali saya merasa, Yeah, I found someone, but after several time, time answer maybe he was not the one. Bukan terlalu pilih-pilih, tapi menikah adalah hidup bersama seumur hidup. Bagaimana kita bisa hidup dengan orang yang kita tidak nyaman untuk cerita macam-macam hal? atau curhat semua masalah kita? I nee to find someone who want to listening to me and give me many advice.

Dan seni ditemukan adalah rasa bagaimana kita tau bahwa orang tersebut merasa menemukan kita sebagai calon yang cocok. Ini jujur belum pernah saya rasakan, hahaha. Am I a really very not a wiveable women?? haha. Saya merasa banyak sekali kekurangan saya, dan sering saya merasa, wah nggak mungkin juga sih dia suka sama saya. Who am I? :) Seni menemukan ini sepertinya sulit saya deskripsikan. Yang saya amati dari teman-teman saya yang menikah, mereka semua berhasil merasa menemukan dan ditemukan oleh someone else. Nah merasa ditemukan ini yang menurut saya agak susah saya bayangkan. ndak dikiro kepeden saya nanti :(, whatever is it, everyone will feel this feeling. Dan di penghujung tahun ini, saatnya merencanakan apa yang ingin dilakukan tahun depan dan apa yang sudah kamu capai tahun ini? saatnya refleksi dan introspeksi diri, semoga bisa menjadi pribadi yang lebih baik di tahun depan. Amin :)

Minggu, 12 November 2017

DI mana lagi

I love listening to the music. I mostly like music with the fast beat which can boost my mood. Listening to the music is one way for me to release all of my stress. I am usually listening to the western music, such as some songs by Selena, Charlie Puth, Katy Parry and many more singer. I also listen to dangdut music, especially Nella Kharisma and Via Vallen.

And you know what kind of music I am listening to now? Shalawat Nabi,hahaha. I fall in love with this music because of one of my student. I taught "Basic of Education". As a normal student, some of them are listening very well to the presenter, some are not. As the lecturer, I always try to make them focus and listening well to the presentation. When all of them are focusing, one of my student singing calmly, or in Indonesian "bernyanyi pelan" sholawat. He is not very good listener actually, sometimes he has a chat with his friend next to him. I admirer so much when he sings that song. When I sing calmly, usually I sing the popular song from coldplay, chainsmoker, etc, so different :)

Even some of my students seem to be the naughty student, they all are the best student. I do believe that they just don't meet what they interest in now. I do believe that you all will have a bright future. I hope they can be a person with high integrity, honest, responsible, and disciplined person. Once you start doing something with a dishonest thing, you will continue to do next dishonest thing later. A lie will be continued by another lie. I am counting on you all :D

At last, thank you for allowing me to teach you all, sharing all I have, learning something from you all. May I say, I am falling in love with you all? :D

Rabu, 11 Oktober 2017

Soon to be the most Killing Lecturer

Kemarin sore habis nunggu UTS di salah satu kelas, waktu pulang karena di lantai 4 dan lift sangat antri, akhirnya saya lewat tangga. Beberapa mahasiswa yang selesai UTS berjalan setelah saya, mereka di tangga lebih atas. Biasalah ya, setelah UTS pasti kita akan bercerita tentang bagaimana UTS berlangsung. Dan akhirnya saya mendengar beberapa cuitan "wihh, bener-bener ya ujiannya, Pak S**sul masih santai ya, ini bener-bener ketat". Btw saya juga tidak tau siapa itu pak S**sul,haha dan bagaimana beliau menunggu ujiannya. Cuma setelah denger itu, saya berhenti sebentar, mereka masih aja curhat-curhat sampai melihat saya berdiri di bawah,hahaha. Sambil senyum saya lanjut berjalan turun lagi (ngempet ngguyu ngakak melihat ekspresi mereka).

Tenang saja, sesuatu yang baru pasti akan terasa sulit di depan. Pasti akan banyak yang menolak dan bersebrangan pendapat. Pasti. Mungkin mereka begitu karena kaget kok ada ya dosen nunggu ujian sampai nggak duduk 90 menit :P. Capek rek sebenernya, tapi demi kalian apa sih yang nggak, #emot lope lope.

InsyAllah tetap konsisten untuk semuanya. Saya harap semuanya mau belajar dengan baik dan tidak bergantung pada teman-temannya yang lain. Kalian harus mandiri rek, ke depan itu tantangan hidup semakin tinggi. Saya harap kalian bisa jadi manusia-manusia yang berintegritas, jangan asal ikut arus juga. memulai itu pasti sulit. Its okay, semangat semuanyaaaaa :D

Minggu, 01 Oktober 2017

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam Day 3

Melanjutkan postingan saya beberapa hari yang lalu tentang jalan-jalan day 2 di sini. Sekitar pukul 5 pagi kami sudah bangun, lalu siap-siap, mandi, sholat, lalu sarapan. Sekitar jam 8 kami berangkat jalan-jalan, rombongan kami bertambah 1 orang menjadi berempat dengan Angga. Sebelum berangkat kami check out dulu, karena nanti malam kami akan balik ke Malaysia, dan si Angga langsung ke Changi Airpot menginap di sana karena pesawatnya pagi sekali. Kami menitipkan tas di lobi, kami akan mengambilnya kembali setelah selesai jalan-jalan. Tujuan utama kami hari ini adalah ke Sentosa Island, dimana di sana ada spot foto menarik, unilever studio haha. Saya lupa kami harus naik MRT ke mana dulu,cuma cukup mudah dicari. Silakan ke petugas MRT di sana anda akan diberi tahu turun di stasiun apa saja dan diberi peta perjalanan kereta. O ya, perjalanan kami hari ini di dampingi Guide dadakan, si Angga, anak Jogja yang ketemu di hostel yang bolangers juga. Sebbenarnya si Angga ini sudah ke pulau Sentosa kemarin, namun karena bersama temannya yg bule dr mana sy lupa, dia nggak bisa ambil foto banyak-banyak ahaha. Jadi hari ini  dia ingin belik ke sana untuk foto2 wkwk, tipe2 backpacker Indonesia banget >.<

Sepengetahuan saya, Pulau Sentosa merupakan pulau reklamasi atau pulau buatan yang tujuannya adalah untuk menghindari asbrasi air laut. Seperti yang kita tahu bahwa Singapura merupakan negara yang sangat kecil secara luas wilayah, namun secara teknologi masyarakatnya benar-benar sangat canggih dan teratur. Selain memperluas wilayah, pulau buatan ini bertujuan supaya wilayah Singapura tidak berkurang secara terus menerus. Tata kota di Singapura sangat bersih dan menarik. Mengatur negara dengan wilayah yang tidak luas dan berpenduduk kecil tentu seharusnya lebih mudah jika dibanding dengan mengurus negara besar dengan jumlah penduduk salah satu terbesar di dunia, no mention :D. 

Untuk menyebrang ke pulau Sentosa kita bisa menggunakan semacam train dengan biaya $2 SGS dan jalan kaki melewati jembatan. Lumayan jauh sebenernya, seinget saya lebih dari 1 km. Tenang saja, untuk yang tidak kuat berjalan, di jembatan banyak terdapat eskalator-eskalator kayak dibandara-bandara itu (saya lupa namanya apa, silakan cek di gambar). 


(Pulau Sentosa dari daratan seberang)


(Jembatan penghubung ke pulau Sentosa)

(Eskalator yang saya maksud, tinggal berdiri, kita sudah berjalan sendiri)

(Full team, di tengah-tengah jembatan penghubung ada spot-spot menarik)

Tujuan utama jika ke Pulau Sentosa tentu saja adalah patung Globe ciri khas Universal Studio,haha. Kami cukup foto di depannya saja, tidak masuk karena tiketnya yang wow sih, 500 ribu,haha. Di Pulau Sentosa terdapat bis yang mengantarkan dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, dan itu gratis,haha. Kami sempat beberapa kali naik bus tersebut dan kebetulan sepi sekali. Kadang-kadang 1 bus hanya ada kami berempat, mungkin ini karena bukan hari libur.  

Di depan Universal Studio


Bis Gratis antar tempat wisata di Pulau Sentosa

Ini tempat parkirnyam sekaligus halte bus tempat menunggu bis gratisan


Setelah jalan-jalan di sekitar Universal Studio, kami mencoba mencari Pantai. Saat itu di Jogj saya belum ke pantai sama sekali, dan akhirnya dapat pantai di Singapura,haha namanya Siloso Beach. Kami turun di stasiun bus tersebut.

Halte bus di Pantai Siloso


Pantai Siloso

Karena bukan hari libur, pantainya sepi banget, haha. Terlalu cantik ini pantai buatannya, bersih sekali yang jelas.  Jadi pantainya itu semacam laguna, bisa dibilang tidak ada ombak, karena ada penghalang dengan lepas pantainya. 
Di belakang adalah batas dengan pantai bebas. Ada jembatan di tengah-tengah pantai buatan 

Laut lepas, lebih berombak, tapi relatif kecil juga sih

Sebenarnya masih ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pulasu Sentosa, tapi karena kemarin ada acara pisah dan nyasar, kami ingin foto bareng di merlion park, kami menuju ke merlion dengan MRT lagi.

Mengisi ulang air, beda dengan yang di kampus, air isi ulang disini seperti air es, dingin. Kondisi saat itu, lapar, capek, dan haus,haha. 

Akhirnya kami segera ke mall terdekat dan mecari halal food. Saya lupa nama mall nya apa, yang jelas mall yang dilewati ketika akan menyebrang Pulau Sentosa. Di lantai 4 kalo tidak salah ada food court. Ketika kami akan makan, kami melihat ada artis Indonesia, mbak Nafa Urbach dan Suaminya Okan pergi keluar. wah, gak sempat foto bareng,haha.  

 Iseng di jalan mumpung sepi



Merlion park, ambil foto tulisan2 titipan anak2,haha

Setelah itu kami balik e hostel, ambil tas dan kami berpisah disana dengan Angga. Dia langsung ke airpot, dia dapat tiket Bandung Singapore, sedangkan kami balik ke Malaysia dulu karena tiket kami KL-Jakarta. Kami segera ke stasiun bis, dan ke Johor baru untuk naik bis malam ke KL. Sekitar jam 9 kami naik bis, dan sekitar jam 2 kami tiba di tterminal bersepadu Selatan. Last day in KL. Ngapain?? :D 

See you di postingan terakhir saya, last day :D


Aku Dosen

Akhirnya, alhamdulillah saya sudah jadi dosen. By the way, gimana rasanya? ini pertanyaan yang sering saya dapat. Rasanya ya sama aja sih sama ngajar murid-murid SMA. Saya terakhir ngajar dalam kelas adalah 5 tahun yang lalu, dan itupun kelas 1 SMA. rasanya beda pasti, sekarang ngajar anak semster 1, 3, dan 5. Yang jelas ada rasa bahagia setelah mengajar dan mereka bisa pahami. berasa saya bisa memberikan pencerahan :,). Saya tahu saya juga masih belajar dengan materi-materi baru ini. 

Sekitar satu setengah bulan mengajar, ada perbedaan yang cukup mencolok antara mahasiswa semester 1. 3 dan 5. Mahasiswa semester 1 ini relatif mudah di kondisikan dan absensi mereka selalu penuh dan jarang datang terlambat. Naik ke semester 3, siswanya menjadi lebih berani mengambil jatah libur ( ya saya kontrak kuliah minimal kehadiran adalah 85% untuk bisa ikut UTS dan UAS), jika kurang dari itu, sorry to say, we have to talk eye to eye. masih ada harapan asa long as you want to change. Naik semester 5, nah ini yang paling parah. Ada beberapa mahasiswa yang selalu datang telat. Kontrak kuliahnya adalah setelah 20 menit, absen saya tarik dan silakan ikut kelas, cuma tidak bisa tanda tangan. Kalo saya yang telat, silakan ditinggal kelasnya, saya kosongkan :). Deal kan :D

Bukannya apa-apa, saya sudah terlalu capek dengan yang namanya telat. Menunggu itu sangat tidak menyenangkan, jadi tolong jangan buat orang lain menunggu kalo kamu tidak mau menunggu. Budaya ngaret di Indonesia sudah sangat parah. Dan saya disini, harus memilih, apakah harus terbawa arus atau harus tetap berjuang disiplin waktu. Saya memilih berusaha tepat waktu. Saya percaya bahwa segala sesuatu harus dimulai dari hal kecil dan dari saya sendiri.Setidaknya dengan tidak ikut sistem ngaret, saya sudah memilih dimana saya berdiri. Mas dan mbak sekalian juga akan jadi guru suatu saat nanti, kalo tidak mulai belajar disiplin mulai sekrang, lalu kapan? 

Kebijakan lain yang saya terapkan di kelas adalah SAY NO TO MENCONTEK. UTS dan UAS saya buat open catatan. Saya sudah memberi kebebasan untuk membuka catatan, tapi jangan sampai mencontek teman sebelah dan pinjam meminjam catatan. Kalo mau pinjem catatan teman, lakukan sebelum ujian. bahkan untuk ujian yg bersifat hitung2an saya sudah memberikan contoh soal yang keluar. Kalo masih saja berbuat curang, meh njaluk dijewer ya.

Yang saya paling senangi ketika mengajar di sini adalah budaya Islami yang sangat kental. Di beberapa diskusi bahkan selalu di bahas tentang kehidupan di pondok (dan saya buta tentang ini, dan saya jujur bilang saya nggak tau bagaimana dunia pesantern berjalan >.<) sedikit2 saya belajar tentang dalil2 dari mereka, hahaha. Dan cara pandang dari segi agama, saya terlalu akademis haha.
Pernah suatu saat ketika mata kuliah Pendidikan Pancasila saya memberi pertanyaan kenapa dari SD sampai SMA sdh dapat mata pelajaran Pendididkan PAncasila tetapi kalian masih tetap harus belajar mata kuliah ini? ada jawaban yang menarik, yaitu "jika Al-Quran dan Hadist adalah dasar Hidup yang harus dipelajari sepanjang hayat, maka Pancasila adalah dasar negara yang harus dipelajari juga sepanjang hayat Bu" terharu rek, dalam sekali jawabannya. Jujur saya belajar banyak dari kalian :))

Keep Learning, Keep Studying, Keep Teaching :)