Minggu, 19 Maret 2017

My State

If i have to say, maybe now I am in a condition called "jomblo sejomblo jomblonya" 😂
Wkwkwkwk. Thats all

RSUD Mardi Waluyo 10.51 am

Kamis, 16 Februari 2017

Pendidikan Tinggi Buat Apa?

Sering orang bertanya-tanya, buat apa sih kuliah tinggi-tinggi? toh tak ada jaminan kalo lulus kuliah S2 atau S3 lalu langsung dapat kerja dan gaji besar. Kenalan saya ada lo yang lulusan S2 UGM dan sekarang belum kerja (ini saya lagi ngomongin diri saya sendiri :p ) 

Bagi saya, kuliah S2 bukan sekedar buat gaya-gayaan, atau mengejar materi semata. Selama dua tahun setengah ini saya belajar banyak tentang ilmu kimia dan tentang ilmu kehidupan. Sosok UGM mengenalkan saya dengan banyak orang dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia. Saya belajar banyak tentang adsorben, magnetik, instrumentasi, limbah, lingkungan, dll. Saya merasa saya lebih banyak belajar tentang arti kehidupan. Saya beajar lebih banyak tentang pola pikir, bagaimana menghadapi suatu situasi yang menjadi berubah. 

Orang-orang di sekeliling saya sering membuat saya terheran-heran dengan sikap yang mereka ambil ketika menghadapi suatu pilihan. Banyak car pikir baru yang saya temui, dan ini tidak buruk meski tak selamanya baik. Saya lebih banyak mengamati tentang bagaimana banyak lo cara yang lebih sedikit resiko untuk menghadapi masalah. Beberapa teman saya memiliki kesabaran yang luar biasa dan saya rasa semua orang bisa berubah. Education truly change your way of thinking.

Banyak teman-teman saya dan tetangga saya yang sudah menikah. Beragam sekali cara medidik anak mereka. Tak selamanya yang berpindidikan tinggi dapat mendidik anak dengan lebih baik. Ah, apalagi saya yang belum menikah ini. Mungkin secara teori saya bagus, namun entah prakteknya. oiya, saya ndak bilang bahwa ada yang mendidik anak dengan cara yang buruk, hanya ada beberapa cara yang lebih baik. 

Lulus S2 ini saya merasa saya menjadi pribadi yang lebih fleksibel, legowo, dan pantang menyerah. Tantangan itu selalu ada, tergantung bagaimana kita menghadapinya. Ada orang yang sudah menyerah ketika baru melihat syarat-syarat yang susdah. Ada yang justru merasa tertantang untuk mencoba dan mengukur seberapa baik sih kemampuan kita di hadapan orang lain. Kita tak akan pernah bisa menilai diri sendiri secara objektif. Hadapi, dan terus tersenyum :)

Rabu, 01 Februari 2017

Selamat Datang 2017

Haloooo 2017,,
Selamat datang, saya muslim, tapi sehari sehari saya menggunakan penanggalan masehi, termasuk di leptop dan hp saya, jadi ya 2017 tetap menjadi tahun yang baru bagi saya :)

weitss, post pertama jangan banyak nyinyir mik, haha. awali sesuatu dengan yang baik, dan jangan lupa di akhiri dengan yang baik.

Tahun ini akan menjadi tahun yang sangat menantang buatku. Banyak hal yang harus ku kerjakan. Mendapatkan gelar baru setelah lulus kuliah di pertengahan januari kemarin memberikan tanggung jawab dan beban yang baru. Akan banyak orang orang yang semakin "peduli" padamu, hehehehe. Akan mulai banyak orang yang akan mulai bertanya "gimana, mau kerja dimana?" (tipe2 pertanyaan oleh calon pemberi kerja), "ini calonnya mana?" (tipe pertanyaan dari calon mertua atau biro jodoh), "kapan nikah?" (tipe pertanyaan dari orang yang mau bayarin catering, sewa dekor, roas penganti, dan biaya souvenir :p)

I have said, I have took this decision to contiue my study since I was graduated from my undergraduate study. So, I realize that all of those question  will be asked to me since long time. So, I have prepared my self. Saya sudah banyak banyak belajar bagaimana bisa senyum dengan ikhlas, ditanyain, atau mungkin di nyiyirin akan menjadi hal yang biasa bagi saya :). Bagiku sih, I am the boss of my life.Mau senang, sedih, bahagia, kecewa, patah hati, berbunga-bunga, semua perasaaan itu aku yang menentukan, aku mau merasakan apa. So, dont worry, keep questioning me by those question and I still be happy :)

YUk, semangat MIK, banyak yang harus dikerjakan,, bulan pertamamu di bulan januari sudah cukup sibuk bukan" :)

Rabu, 21 Desember 2016

I am finished

Saya kira saya sudah mendapatkan hal-hal yang ingin saya kejar selama ini. Sudah saatnya menghadapi dunia nyata, bagaimana? cari kerja, menikah, dan hidup seperti orang-orang lainnya. another challenge you have to face. Hidup kan, ya begitulah. Saat-saat menikmati dan menyenangkan diri sendiri sudah selesai. Saatnya kamu menyenangkan orang-orang di sekitarmu. What you did is not all about you anymore. You have mother, father, sister, family, and many friends arounds you. Cita-cita naik pesawat, jalan-jalan ke luar negeri kan sudah kesampaian, jadi apalagi? 2 tahun ini terasa sangat cepat dan menyenangkan since I forget all the sad moments. Fokuslah kepada yang membahagiakanmu, sehingga kamu kamu lupa apa yang namanya kesedihan. Terluka itu pasti, tapi aku tetap bernyanyi :D

Bulan depan sudah wisuda, it means that I will be unemployed person officially. Sekarang masih belum officially. tekanan pasti lebih berat, dan kamu harus siapin batin mik. Pertanyaan pertanyaa tentang habis ini mau ngapain sudah nggak bisa dielak lagi. You have to find the answer. Habis ini mau ngapain? mungkin ada baiknya aku bikin list pertanyaan sesudah wisuda :p

1. Habis ini mau ngapain? lanjut kuliah, nikah apa kerja dulu?
2. Mau kerja apa, dimana?
3. Eh, mana calonnya, kapan nikah?
4. ada masukan lagi kira2 pertanyaannya apa? hahaha

see youu :D

Selasa, 06 Desember 2016

New Day

Alhamdulillah, segala puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT. tanggal 28 Nov saya ujian kelayakan tesis, kemudian 3 hari kemudian, 1 desember I have to defence my thesis, and I pass it. Terima kasih kepada orang tua, keluarga dan semua teman-teman yang selalu berada di garda terdepan mendukung saya. I am nothing without you All :))

Terima kasih untuk saran "Jika mau stay sementara di Jogja, setidaknya selesaikan dulu tanggungannya". I make it. Rasanya masih seperti mimpi kalo ingat saya sudah selesai ujian, sudah lulus (meski belum sah secara offcially).

then whats next mik, :')

this is one of thousands reasons which makes me dont finish this yet. I have to think about what I have to do next.  Then what, what what what :')

Senin, 07 November 2016

One day

And one day, when I passed away, what people will say about me?

Refleksi, 09.02 am. lppt.

Kamis, 03 November 2016

Kebebasan berpendapat

Saya memang hobi menulis, sejak SMP saya seringkali menulis cerpen-cerpen utuk dibaca sendiri, terinspirasi oleh seorang teman saya. Sejak kecil saya meang hobi membaca, khusunya majalah bobo, mentari dan buku cerita di perpustakaan. Tahun 2009, saya mulai kuliah dan mengenal internet. Mulai saat itu saya lebih sering membaca berita-berita serta komentar dan pendapat orang lain di media massa. Ketika membaca berita, seringkali saya scroll bagian komentar-komentar untuk melihat berbagai sudut pandang orang. Tahun 2009 pula saya mulai membuat akun facebook. Dg FB saya memiliki beberapa teman dan ahirnya bertambah semakin banyak. Seperti yang kita tahu, di facebook seringkali kita mengshare berita-berita yang kita rasa akan menjadi viral atau menarik untuk orang lain dan tentunya yang sejalan dengan apa yang kita pikirkan.

Awal-awal tahun 2009 dan 2010 hingga menjelang lulus S1, saya biasa mengshare berita2 macem2lah, begitu juga dengan teman2 fb saya lainnya. Semakin lama, teman FB saya semakin banyak dan jenis berita yang dishare juga bermacam-macam. Dulu, ketika saya merasa ada berita yang nggak sesuai dengan apa yg saya tahu, saya akan langsung komentar atau mengshare berita lain yang isinya klarifikasi. Well, saya memang terlalu blak blakan saat itu, mungkin jiwa ababil saya masih terlalu kental. Hingga akhirnya sekarang saya (mungkin) lebih peka dengan kawan kawan saya. Saya pribadi merasa ssedikit kecewa ketika pendapat saya ditolak. Well evryone has their right to chooce. Oleh karena itu ketika, saya banyak membaca berita yang di share, bahkan komen-komen yang pedas membuat saya seringkali merasa kecewa, kenapa temen saya seperti ini?. Toh, kita akan hidup sesuai dengan lingkungan kita dilahirkan dan dibesarkan, bagaimana peran orang tua akan sangat dominan. Mungkin apa yang terjadi dengan teman-teman saya sekarang adalah hasil didikan dan pembelajaran selama bertahun tahun sejak usia dini. Well, mereka tak salah, lingkungan mereka memang speerti itu, begitu juga lingkungan saya yang mungkin berbeda dengan mereka. Benar salah memang sangat relatif sekali. Hal inilah yang mebuat saya sekarang sedikit berhati hati dalam berkomentar dan membuat tulisan maupun mengshare berita-berita di sosmed saya. Saya khawatir melukai hati sebagian teman-teman saya yang mungkin bersebrangan opini dengan saya. Terkadang saya rindu juga dengan kalimat-kalimat skak mat atau membela pilihan saya. Tapi saya kembalikan lagi, kalau kamu gt juga, temen kamu juga bakal kecewa dengan kamu. well said, biar saya aja yang kecewa.

Kebebasan berpendapat sudah dijain dalam undang-undang, tapi jangan sampai kebebasan itu melukai hati kawan-kawan kita. Akan ada banyak cara untuk mendekati maupun  menyampaikan opini kita secara santun dan tidak melukai hati orang lain. Mungkin bonusnya, mereka mereka yang bersebrangan bisa menjadi kawan yang sepola pikiran bahkan digarda terdepan mendukung kita. Jangan sampai gara-gara geger berita di kota yang nun jauh di sana menjauhkan kita dengan sahabat-sahabat yang selalu menyayangi kita. 

Salam cinta, 
Jogjakarta, 4 November 2016, 9.26 AM