Jumat, 21 Juli 2017

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam Day 2

Melanjutkan postingan 2 tahun yang lalu, wkwkwk, kalo lupa silakan buka sini . Pertama kali nulis 14 November 2015 dan melanjutkannya 19 Juli 2017. Mik :,)

Sekitar pukul 8 pagi waktu Singapore kami sampai di terminal terakhir. Sekarang saatnya kami mencari hostel kami, di Footprints. Dan, taraaa, ini tidak semudah yang kami bayangkan. Kami jalan asal aja, dan akhirnya kami bertanya kepada warga lokal. Mungkin karena mereka terbiasa mandiri, ketika pertama kali ditanya apakah tahu hostel footprints, dia menjawab coba cek gps. Dan kemudian kami terdiam sebentar, lalu dia langsung bilang I see, wait. Dia segera sadar kalo kami backpacker yang sedang nyasar, hahaha. Kemudian di cek kan, dan ternyata tidak jauh.
                                                   (Salah satu sudut ruang lobi Footprints)


Kami ternyata mengambil jalan yang salah, huhuhu. harusnya ke kiri kami malah ke kanan. Sampai di hostel, kami istirahat di lobi, karena kami baru bisa check in jam 12 siang. Kami ditawari sarapan oleh petugas hostel. Sistem sarapan di sini adalah self service, ada roti tawar, selai berbagai rasa, sereal, dan susu. Kita bebas mengambil seberapa banyak sarapan kita. Lalu kita juga harus mencuci sendiri piring yang sudah digunakan. Kami agak lama duduk duduk di lobi, cuaca singapur agak panas dan di lobi ada ac jadi dingin haha. Kami mandi sebentar di toilet yang ada di lobi sekalian ganti baju, lalu jam 11 kami pergi berjalan jalan di sekitar hostel. Tas backpacker kami titipkan di hostel :). kami cuma membawa tas selempang yang isinya, pasport, dompet, air minum, hp, dan sedikit snack :) Kami jalan jalan di sekitar hostel, hanya mengikuti kemana kaki melangkah.

                                                 (Singapura yang bersih dan cantik)


                                                (Salah satu kuil yang ramai di kunjungi)

Kebetulan di Singapura sedang hari libur, yaitu peringatan Deevali (entah tulisannya benar begini atau nggak,hehe), Hari besar agama Hindu sepertinya. Kuil-kuil sangat ramai di kunjungi dan jalan-jalan penuh dengan orang India menggunakan busana tradisional mereka. Setelah itu kami kembali ke hostel untuk check ini, karena kami baru bisa check in jam 14.00. Setelah istirahat sebentar kami mencari makan siang di sekitar hostel. Teman saya pernah cerita bahwa di belakang hostel ada makanan Indonesia dimana yang jual juga orang Indonesia, haha. Di Singapura kita tidak bisa asal membeli makanan, karena tidak semua makanan yang dijual adalah makanan halal, berbeda dengan di Malaysia. Kami membeli soto ayam dengan harga $4 singapur, kurang lebih 40rbuan lah, haha. Kalo di Indonesia sudah dapat soto daging 4 mangkok :D
                                                   (Soto ayam Pak Ali (kalo tdk salah))

Perjalan berlanjut, kami menuju ke Merlion Park, itu lo yang ada patung singa air mancur. Kami sempet beberapa kali bertanya kepada orang di sekitar bagaimana caranya menuju ke sana. Kami juga sempet tanya ke petugas. Jam jam pulang kerja MRT sangat ramai dan orang berjalan sangat cepat. Terlihat sekali budaya kerja orang Singapura. Jarang  terlihat orang yang berjalan santai. Nah, mungkin terbawa suasana dengan orang sekitar, kami terburu buru juga dan akhirnyaa, taraaa kami terpisah. So sad sih, mbolang pertama kali di Singapura dan Saya akhirnya get lost alone. Ini gara-gara kami memburu MRT. Akhirnya pas kami buru-buru masuk kereta, saya berhasil masuk, namun 2 teman saya gagal masuk ke dalam kereta. Dan akhirnya saya berhenti di stasiun berikutnya. kami sempat kode-kodean kalo ketemu di stasiun berikutnya. Saya menunggu beberapa saat, satu kereta lewat, saya lihat teman2 saya belum terlihat. kereya kedua lewat, masih nihil, dan akhirnya kereta ketiga juga nihil. Wah ini apajangan2 saya yang salah tujuan ya:(. Ini terjadi sebenernya karena rencana trip 4 hari, saya planning yg di malaysia, nah bagian negara Sgs, temen saya yg bikin ittenary,haha. Yah, pelajaran bahwa kalo meh mbolang beregu, semua anggota tim harus tau mau kemana, haha. Kami waktu itu mulai ngelab sih, jadi memang agak mencuri curi waktu.
                                                          (salah satu stasiun MRT)

                                                   (lukisan di lorong-lorong bawah tanah)

                                                  (lukisan di lorong-lorong bawah tanah)

Akhirnya saya jalan keluar dan mencoba mencari merlion park, zonk. saya muter2 pertokoan dan kantor2 yang besar. Saya amati mbak-mbak karyawan di Singapur ini banyak yang mirip anggota SNSD lo, cantik-canti, hahaha. yok mas mas, liburan cuci mata. Setelah beberapa kali naik MRT dan tanya petugas, berjalan agak ngawur2 juga, akhirnya sampai di merlion park. ALhamdlillah, saya coba cari temen2 saya. Duh mereka kok nggak ada, kemana ya? mereka sudah sampai sini apa belum. maklum kami low budget backpacker, jadi kami nggak punya nomor singapur untuk saling menghubungi. Saya agak lama di merlion park, sempet ketemu sama anak Surabaya yang lagi jalan-jalan bersama cowoknya dan ajudannya. wah anak jenderal ni, haha. Akhirnya saya balik sendiri ke hstel dan berharap bertemu teman-teman saya.

                                                        (Saya pas nyasar >.<)

Sekitar jam 8 saya sampai di hostel, di lapangan dekat hostel masih sangat ramai. Di sana banyak warga India yang berkumpul sambil makan dan "minum" namun disini mereka sama sekali tidak mengganggu pajaln kaki lainnya. Ini mungkin karena perayaan Deevali. Meskipun suasana agak "horor" bagi saya, tapi it is totally save. Saya kayak invisible man ketika lewat di dekat mereka. Saya bertanya ke resepsionis dan temen2 saya belum kembali, huhuhu. 15 menit kemudian temen-temen saya datang, dan kami bereuni kecil, ada yang sampai kakinya lecet-lecet kebanyakan jalan. Di sana kami bertemu dengan Angga anak AMIKOM jogja yang juga lagi backpackeran haha. Dia bilang katanya sempet ketemu saya di staisiun kereta, dengan muka lelah dsb (emang iya, lagi nyasar bro). Kami pergi makan malam bareng, nyari yang deket-deket hostel, ada masakan india yang halal. Nasi goreng.
                                                (dari kiri ke kanan, wiji, ika, saya, angga)                                

                                                     (nasi goreng sama blueband haha)

Selesai makan, kami balik ke histel, lalu mandi, terus tidur. Besok pagi kami berencana ke Sentosa Island.









Rabu, 19 Juli 2017

Rindu

I am not good enough to start a conversation. I really wanna talk to you, but I dont know what I should ask first. This is my problem, my big problem why I dont get along well with any men to start a seriuous relation. If you know what I feel. It is hard for me to believe and trust any men, some moments give me a bad experience about someone who just said that he was single and we are closer each other and at the end I found fact that he already had a special girlfriend. That is why I dont like to be too close to someone, especially men. Moving on from that is too hard for me. When I said I believe in you, its mean that I alrady give all of my trust and my heart to you. Whatever people said about you, I will not be bothered as long as I did not find what they said. Then you can explain to me what is the truth. 

Sometimes, I just want to say, Hi, I like you, what about you. If I a men, I am sure that I will said that. I have a faith that a men will proposed her girl anytime when he already believe in her 100%. Even they have a job or not. So, sometimes I just like to say, If I a men :D. IIts okay for me if my proposal will be accpeted or not, since I already said what I have to said. When I know the answer then I will go on the next step, whether to the next step of relationship or find another girl. 

Many men will yell at me, proposing a women is not as easy as you think. Come on, dont make it harder, I am a women. Just do what you to do. Ask us. Some woman are too introvert, either I am. I do believe that if you proposed a women, they will accpet it as long as you do it sincerely with all of you hearth.

So, fighting everyone.
Happy proposing for men and happy waiting for the women >.< 


Sabtu, 08 Juli 2017

Berbakti pada negara dan orang tua (serta Mertua)

10 Juli 2014, saya wawancara LPDP dan reviewer bertanya: "jika lulus nanti mau jadi apa?" "Saya ngin jadi dosen pak, saya ingin mengajar di universitas2 di daerah saya, di sekitar Blitar. Jadi setelah lulus saya akan mendaftr di universitas yang ada di Blitar, Kediri atau Tulungagung".

3 tahun kemudian, 21 Februari 2017 saya ikut tes dosen di STTN BATAN dan saya tidak lolos tes tulis. Kemudian 14 Juni 2017 saya kembali tes di IAIN Tulungaung. setelah lolos tahap 1, saya lanjut di wawancara dan alhamdulillah kembali lolos. meski belum resmi ketrima dan hanya sebagai DLB atau dosen luar biasa, sepertinya apa yang saya ucapkan, bisa saya laksanakan :D

Selama SMP saya gratis membayar SPP selama 5 semester (saat itu peringkat 1-3 paralel gratis bayar SPP selama 1 semester dan saya sempat dapat uang pembinaan sekian ratus ribu rupiah, tepatnya lupa berapa), kemudian SMA jsaya jadi siswa yang just so so. Lalu saat kuliah S1 saya mendapat beasiswa Outreach, kalo sekarang semacam bidik misi, jadi kuliah full gratis 4 tahun plus dapat biaya hidup bulanan. Kemudian S2 saya mendapat beasiswa LPDP kuliah gratis, plus biaya hidup dan segenap tunjangan pendidikan lainnya. Begitu banyak yang sudah negara berikan kepada saya. Lalu apa yang sudah saya berikan pada negara Indonesia?

Mungkin orang yang membaca ada yang berfikiran, huft dapet beasiswa gitu aja ditulis semua, dipamer pamerin. No, saya nggak pamer. Saya sedang flasback. Mungkin akan adil jika saya pergi ke luar Jawa dan mengabdi kepada rakyat Indonesia yang berada di daerah terluar. Namun saya menyadari bahwa, saya pribadi punya tanggungan utama untuk berbakti pada orang tua (dan mertua saya nantinya). Untuk saat ini saya rasa, stay di rumah sambi bekerja dan mencari jodoh adalah pilihan terbaik untuk saya :D Saya menepati janji saya untuk kembali ke daerah saya untuk mengabdi dan reviewer mengaminkan perkataan saya waktu itu. Beliau bilang "bagus ya kalo gitu, mau kembali ke daerah sendiri dan membangun daerah". Yes sir. I will do it. berbakti pada negara dan orang tua (serta mertua) bisa berjalan secara beriringan bukan :)

Berbakti untuk negeri penting, namun ingat orang tua (dan mertua) juga penting. :D

nb: kata mertua dalam kurung karena saya belum punya mertua sampai sekarang. ada yang mau mencarikan? hehehe :D

Sabtu, 03 Juni 2017

Saya (pernah jadi) China

Sedang booming istilah persekusi, tapi kali ini saya tidak mau membahas ttg apa arti, siapa dan mengapanya. Saya ingin curhat tentang kisah masa kecil saya.

Saya lahir dari kedua orangtua yang sama sama berdarah Jawa, malah beliau berdua satu desa :). Entak kenapa, mata saya kok sipit, seperti orang China. Pernah suatu saat, saat mengaji sore, temenku ada yang bilang begini, "eh kamu tau nggak, China itu nanti kalo meninggal nggk ditanya sholat dkk nya, tapi langsung dimasukin neraka lo". Akhirnya saya pulang sambil nangis cerita ke orang rumah. Saat itu nggk tau juga kenapa kok aku nagis, padahal kan aku bukan China 😂😂

Waktu berlalu dan pemberitaan akhir2 ini membuatku teringat akan cerita ini. Kata kata kafir kok sering muncul dan itu jujur saya pedih dengernya. Mungkin pengalaman saya jadi orang China dulu kali ya. Bukan tugas kita sebenernya manusia biasa untuk menentukan siapa masuk surga dan neraka. Ingat lo kita bukan Tuhan. Kadang kadang saya kasihan sama orang yg di bilang, eh kamu ntr masuk neraka. I ever in that place, and that was so hurt. Sedih aja sesama orang Indonesia, negara yg berjuang untuk kemerdekaan dg melawan sistem divide at impera sbg salah satu usahanya malah skrng mudah banget dipecah belah. Nggak ad orang yang benar maupun salah 100%. Ayo yang rukun sama orang orang disekitar. Nggak usah lah bertengkar2, apalagi bahas keimanan. Kita nggak bisa menilai iman seseorang. Iman itu di hati, lalu dalemnya hati orang siapa yang tau? Salam damai. Aku Indonesia, Aku pancasila.

#berikut saya lampirkan foto kecil saya waktu masih kecil. Saya sebelah kanan 😊




Selasa, 30 Mei 2017

No title

Its been a long day, nggak main ke sini,

So, hows your life Mik? Just so so.
I learn more about how to cook well and how to socialize with people around me.
Wisuda 19 januari 2017, lalu masih mencari lowongan yang sampai sekarang :)

Terlalu banyak hal yang ingin saya tulis sampai saya bingung mau nulis mulai dari mana 😂. Oke mari kita tulis random thingking satu persatu satu. Eh btw ini sudah 2017 lo, kamu punya target apa tahun ini?

I am not in a good mood to write anything here.

Minggu, 19 Maret 2017

My State

If i have to say, maybe now I am in a condition called "jomblo sejomblo jomblonya" 😂
Wkwkwkwk. Thats all

RSUD Mardi Waluyo 10.51 am

Kamis, 16 Februari 2017

Pendidikan Tinggi Buat Apa?

Sering orang bertanya-tanya, buat apa sih kuliah tinggi-tinggi? toh tak ada jaminan kalo lulus kuliah S2 atau S3 lalu langsung dapat kerja dan gaji besar. Kenalan saya ada lo yang lulusan S2 UGM dan sekarang belum kerja (ini saya lagi ngomongin diri saya sendiri :p ) 

Bagi saya, kuliah S2 bukan sekedar buat gaya-gayaan, atau mengejar materi semata. Selama dua tahun setengah ini saya belajar banyak tentang ilmu kimia dan tentang ilmu kehidupan. Sosok UGM mengenalkan saya dengan banyak orang dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia. Saya belajar banyak tentang adsorben, magnetik, instrumentasi, limbah, lingkungan, dll. Saya merasa saya lebih banyak belajar tentang arti kehidupan. Saya beajar lebih banyak tentang pola pikir, bagaimana menghadapi suatu situasi yang menjadi berubah. 

Orang-orang di sekeliling saya sering membuat saya terheran-heran dengan sikap yang mereka ambil ketika menghadapi suatu pilihan. Banyak car pikir baru yang saya temui, dan ini tidak buruk meski tak selamanya baik. Saya lebih banyak mengamati tentang bagaimana banyak lo cara yang lebih sedikit resiko untuk menghadapi masalah. Beberapa teman saya memiliki kesabaran yang luar biasa dan saya rasa semua orang bisa berubah. Education truly change your way of thinking.

Banyak teman-teman saya dan tetangga saya yang sudah menikah. Beragam sekali cara medidik anak mereka. Tak selamanya yang berpindidikan tinggi dapat mendidik anak dengan lebih baik. Ah, apalagi saya yang belum menikah ini. Mungkin secara teori saya bagus, namun entah prakteknya. oiya, saya ndak bilang bahwa ada yang mendidik anak dengan cara yang buruk, hanya ada beberapa cara yang lebih baik. 

Lulus S2 ini saya merasa saya menjadi pribadi yang lebih fleksibel, legowo, dan pantang menyerah. Tantangan itu selalu ada, tergantung bagaimana kita menghadapinya. Ada orang yang sudah menyerah ketika baru melihat syarat-syarat yang susdah. Ada yang justru merasa tertantang untuk mencoba dan mengukur seberapa baik sih kemampuan kita di hadapan orang lain. Kita tak akan pernah bisa menilai diri sendiri secara objektif. Hadapi, dan terus tersenyum :)