Minggu, 12 November 2017

DI mana lagi

I love listening to the music. I mostly like music with the fast beat which can boost my mood. Listening to the music is one way for me to release all of my stress. I am usually listening to the western music, such as some songs by Selena, Charlie Puth, Katy Parry and many more singer. I also listen to dangdut music, especially Nella Kharisma and Via Vallen.

And you know what kind of music I am listening to now? Shalawat Nabi,hahaha. I fall in love with this music because of one of my student. I taught "Basic of Education". As a normal student, some of them are listening very well to the presenter, some are not. As the lecturer, I always try to make them focus and listening well to the presentation. When all of them are focusing, one of my student singing calmly, or in Indonesian "bernyanyi pelan" sholawat. He is not very good listener actually, sometimes he has a chat with his friend next to him. I admirer so much when he sings that song. When I sing calmly, usually I sing the popular song from coldplay, chainsmoker, etc, so different :)

Even some of my students seem to be the naughty student, they all are the best student. I do believe that they just don't meet what they interest in now. I do believe that you all will have a bright future. I hope they can be a person with high integrity, honest, responsible, and disciplined person. Once you start doing something with a dishonest thing, you will continue to do next dishonest thing later. A lie will be continued by another lie. I am counting on you all :D

At last, thank you for allowing me to teach you all, sharing all I have, learning something from you all. May I say, I am falling in love with you all? :D

Rabu, 11 Oktober 2017

Soon to be the most Killing Lecturer

Kemarin sore habis nunggu UTS di salah satu kelas, waktu pulang karena di lantai 4 dan lift sangat antri, akhirnya saya lewat tangga. Beberapa mahasiswa yang selesai UTS berjalan setelah saya, mereka di tangga lebih atas. Biasalah ya, setelah UTS pasti kita akan bercerita tentang bagaimana UTS berlangsung. Dan akhirnya saya mendengar beberapa cuitan "wihh, bener-bener ya ujiannya, Pak S**sul masih santai ya, ini bener-bener ketat". Btw saya juga tidak tau siapa itu pak S**sul,haha dan bagaimana beliau menunggu ujiannya. Cuma setelah denger itu, saya berhenti sebentar, mereka masih aja curhat-curhat sampai melihat saya berdiri di bawah,hahaha. Sambil senyum saya lanjut berjalan turun lagi (ngempet ngguyu ngakak melihat ekspresi mereka).

Tenang saja, sesuatu yang baru pasti akan terasa sulit di depan. Pasti akan banyak yang menolak dan bersebrangan pendapat. Pasti. Mungkin mereka begitu karena kaget kok ada ya dosen nunggu ujian sampai nggak duduk 90 menit :P. Capek rek sebenernya, tapi demi kalian apa sih yang nggak, #emot lope lope.

InsyAllah tetap konsisten untuk semuanya. Saya harap semuanya mau belajar dengan baik dan tidak bergantung pada teman-temannya yang lain. Kalian harus mandiri rek, ke depan itu tantangan hidup semakin tinggi. Saya harap kalian bisa jadi manusia-manusia yang berintegritas, jangan asal ikut arus juga. memulai itu pasti sulit. Its okay, semangat semuanyaaaaa :D

Minggu, 01 Oktober 2017

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam Day 3

Melanjutkan postingan saya beberapa hari yang lalu tentang jalan-jalan day 2 di sini. Sekitar pukul 5 pagi kami sudah bangun, lalu siap-siap, mandi, sholat, lalu sarapan. Sekitar jam 8 kami berangkat jalan-jalan, rombongan kami bertambah 1 orang menjadi berempat dengan Angga. Sebelum berangkat kami check out dulu, karena nanti malam kami akan balik ke Malaysia, dan si Angga langsung ke Changi Airpot menginap di sana karena pesawatnya pagi sekali. Kami menitipkan tas di lobi, kami akan mengambilnya kembali setelah selesai jalan-jalan. Tujuan utama kami hari ini adalah ke Sentosa Island, dimana di sana ada spot foto menarik, unilever studio haha. Saya lupa kami harus naik MRT ke mana dulu,cuma cukup mudah dicari. Silakan ke petugas MRT di sana anda akan diberi tahu turun di stasiun apa saja dan diberi peta perjalanan kereta. O ya, perjalanan kami hari ini di dampingi Guide dadakan, si Angga, anak Jogja yang ketemu di hostel yang bolangers juga. Sebbenarnya si Angga ini sudah ke pulau Sentosa kemarin, namun karena bersama temannya yg bule dr mana sy lupa, dia nggak bisa ambil foto banyak-banyak ahaha. Jadi hari ini  dia ingin belik ke sana untuk foto2 wkwk, tipe2 backpacker Indonesia banget >.<

Sepengetahuan saya, Pulau Sentosa merupakan pulau reklamasi atau pulau buatan yang tujuannya adalah untuk menghindari asbrasi air laut. Seperti yang kita tahu bahwa Singapura merupakan negara yang sangat kecil secara luas wilayah, namun secara teknologi masyarakatnya benar-benar sangat canggih dan teratur. Selain memperluas wilayah, pulau buatan ini bertujuan supaya wilayah Singapura tidak berkurang secara terus menerus. Tata kota di Singapura sangat bersih dan menarik. Mengatur negara dengan wilayah yang tidak luas dan berpenduduk kecil tentu seharusnya lebih mudah jika dibanding dengan mengurus negara besar dengan jumlah penduduk salah satu terbesar di dunia, no mention :D. 

Untuk menyebrang ke pulau Sentosa kita bisa menggunakan semacam train dengan biaya $2 SGS dan jalan kaki melewati jembatan. Lumayan jauh sebenernya, seinget saya lebih dari 1 km. Tenang saja, untuk yang tidak kuat berjalan, di jembatan banyak terdapat eskalator-eskalator kayak dibandara-bandara itu (saya lupa namanya apa, silakan cek di gambar). 


(Pulau Sentosa dari daratan seberang)


(Jembatan penghubung ke pulau Sentosa)

(Eskalator yang saya maksud, tinggal berdiri, kita sudah berjalan sendiri)

(Full team, di tengah-tengah jembatan penghubung ada spot-spot menarik)

Tujuan utama jika ke Pulau Sentosa tentu saja adalah patung Globe ciri khas Universal Studio,haha. Kami cukup foto di depannya saja, tidak masuk karena tiketnya yang wow sih, 500 ribu,haha. Di Pulau Sentosa terdapat bis yang mengantarkan dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, dan itu gratis,haha. Kami sempat beberapa kali naik bus tersebut dan kebetulan sepi sekali. Kadang-kadang 1 bus hanya ada kami berempat, mungkin ini karena bukan hari libur.  

Di depan Universal Studio


Bis Gratis antar tempat wisata di Pulau Sentosa

Ini tempat parkirnyam sekaligus halte bus tempat menunggu bis gratisan


Setelah jalan-jalan di sekitar Universal Studio, kami mencoba mencari Pantai. Saat itu di Jogj saya belum ke pantai sama sekali, dan akhirnya dapat pantai di Singapura,haha namanya Siloso Beach. Kami turun di stasiun bus tersebut.

Halte bus di Pantai Siloso


Pantai Siloso

Karena bukan hari libur, pantainya sepi banget, haha. Terlalu cantik ini pantai buatannya, bersih sekali yang jelas.  Jadi pantainya itu semacam laguna, bisa dibilang tidak ada ombak, karena ada penghalang dengan lepas pantainya. 
Di belakang adalah batas dengan pantai bebas. Ada jembatan di tengah-tengah pantai buatan 

Laut lepas, lebih berombak, tapi relatif kecil juga sih

Sebenarnya masih ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Pulasu Sentosa, tapi karena kemarin ada acara pisah dan nyasar, kami ingin foto bareng di merlion park, kami menuju ke merlion dengan MRT lagi.

Mengisi ulang air, beda dengan yang di kampus, air isi ulang disini seperti air es, dingin. Kondisi saat itu, lapar, capek, dan haus,haha. 

Akhirnya kami segera ke mall terdekat dan mecari halal food. Saya lupa nama mall nya apa, yang jelas mall yang dilewati ketika akan menyebrang Pulau Sentosa. Di lantai 4 kalo tidak salah ada food court. Ketika kami akan makan, kami melihat ada artis Indonesia, mbak Nafa Urbach dan Suaminya Okan pergi keluar. wah, gak sempat foto bareng,haha.  

 Iseng di jalan mumpung sepi



Merlion park, ambil foto tulisan2 titipan anak2,haha

Setelah itu kami balik e hostel, ambil tas dan kami berpisah disana dengan Angga. Dia langsung ke airpot, dia dapat tiket Bandung Singapore, sedangkan kami balik ke Malaysia dulu karena tiket kami KL-Jakarta. Kami segera ke stasiun bis, dan ke Johor baru untuk naik bis malam ke KL. Sekitar jam 9 kami naik bis, dan sekitar jam 2 kami tiba di tterminal bersepadu Selatan. Last day in KL. Ngapain?? :D 

See you di postingan terakhir saya, last day :D


Aku Dosen

Akhirnya, alhamdulillah saya sudah jadi dosen. By the way, gimana rasanya? ini pertanyaan yang sering saya dapat. Rasanya ya sama aja sih sama ngajar murid-murid SMA. Saya terakhir ngajar dalam kelas adalah 5 tahun yang lalu, dan itupun kelas 1 SMA. rasanya beda pasti, sekarang ngajar anak semster 1, 3, dan 5. Yang jelas ada rasa bahagia setelah mengajar dan mereka bisa pahami. berasa saya bisa memberikan pencerahan :,). Saya tahu saya juga masih belajar dengan materi-materi baru ini. 

Sekitar satu setengah bulan mengajar, ada perbedaan yang cukup mencolok antara mahasiswa semester 1. 3 dan 5. Mahasiswa semester 1 ini relatif mudah di kondisikan dan absensi mereka selalu penuh dan jarang datang terlambat. Naik ke semester 3, siswanya menjadi lebih berani mengambil jatah libur ( ya saya kontrak kuliah minimal kehadiran adalah 85% untuk bisa ikut UTS dan UAS), jika kurang dari itu, sorry to say, we have to talk eye to eye. masih ada harapan asa long as you want to change. Naik semester 5, nah ini yang paling parah. Ada beberapa mahasiswa yang selalu datang telat. Kontrak kuliahnya adalah setelah 20 menit, absen saya tarik dan silakan ikut kelas, cuma tidak bisa tanda tangan. Kalo saya yang telat, silakan ditinggal kelasnya, saya kosongkan :). Deal kan :D

Bukannya apa-apa, saya sudah terlalu capek dengan yang namanya telat. Menunggu itu sangat tidak menyenangkan, jadi tolong jangan buat orang lain menunggu kalo kamu tidak mau menunggu. Budaya ngaret di Indonesia sudah sangat parah. Dan saya disini, harus memilih, apakah harus terbawa arus atau harus tetap berjuang disiplin waktu. Saya memilih berusaha tepat waktu. Saya percaya bahwa segala sesuatu harus dimulai dari hal kecil dan dari saya sendiri.Setidaknya dengan tidak ikut sistem ngaret, saya sudah memilih dimana saya berdiri. Mas dan mbak sekalian juga akan jadi guru suatu saat nanti, kalo tidak mulai belajar disiplin mulai sekrang, lalu kapan? 

Kebijakan lain yang saya terapkan di kelas adalah SAY NO TO MENCONTEK. UTS dan UAS saya buat open catatan. Saya sudah memberi kebebasan untuk membuka catatan, tapi jangan sampai mencontek teman sebelah dan pinjam meminjam catatan. Kalo mau pinjem catatan teman, lakukan sebelum ujian. bahkan untuk ujian yg bersifat hitung2an saya sudah memberikan contoh soal yang keluar. Kalo masih saja berbuat curang, meh njaluk dijewer ya.

Yang saya paling senangi ketika mengajar di sini adalah budaya Islami yang sangat kental. Di beberapa diskusi bahkan selalu di bahas tentang kehidupan di pondok (dan saya buta tentang ini, dan saya jujur bilang saya nggak tau bagaimana dunia pesantern berjalan >.<) sedikit2 saya belajar tentang dalil2 dari mereka, hahaha. Dan cara pandang dari segi agama, saya terlalu akademis haha.
Pernah suatu saat ketika mata kuliah Pendidikan Pancasila saya memberi pertanyaan kenapa dari SD sampai SMA sdh dapat mata pelajaran Pendididkan PAncasila tetapi kalian masih tetap harus belajar mata kuliah ini? ada jawaban yang menarik, yaitu "jika Al-Quran dan Hadist adalah dasar Hidup yang harus dipelajari sepanjang hayat, maka Pancasila adalah dasar negara yang harus dipelajari juga sepanjang hayat Bu" terharu rek, dalam sekali jawabannya. Jujur saya belajar banyak dari kalian :))

Keep Learning, Keep Studying, Keep Teaching :)

Jumat, 21 Juli 2017

Jalan-Jalan ke Malaysia-SIngapura 4 Hari 3 Malam Day 2

Melanjutkan postingan 2 tahun yang lalu, wkwkwk, kalo lupa silakan buka sini . Pertama kali nulis 14 November 2015 dan melanjutkannya 19 Juli 2017. Mik :,)

Sekitar pukul 8 pagi waktu Singapore kami sampai di terminal terakhir. Sekarang saatnya kami mencari hostel kami, di Footprints. Dan, taraaa, ini tidak semudah yang kami bayangkan. Kami jalan asal aja, dan akhirnya kami bertanya kepada warga lokal. Mungkin karena mereka terbiasa mandiri, ketika pertama kali ditanya apakah tahu hostel footprints, dia menjawab coba cek gps. Dan kemudian kami terdiam sebentar, lalu dia langsung bilang I see, wait. Dia segera sadar kalo kami backpacker yang sedang nyasar, hahaha. Kemudian di cek kan, dan ternyata tidak jauh.
                                                   (Salah satu sudut ruang lobi Footprints)


Kami ternyata mengambil jalan yang salah, huhuhu. harusnya ke kiri kami malah ke kanan. Sampai di hostel, kami istirahat di lobi, karena kami baru bisa check in jam 12 siang. Kami ditawari sarapan oleh petugas hostel. Sistem sarapan di sini adalah self service, ada roti tawar, selai berbagai rasa, sereal, dan susu. Kita bebas mengambil seberapa banyak sarapan kita. Lalu kita juga harus mencuci sendiri piring yang sudah digunakan. Kami agak lama duduk duduk di lobi, cuaca singapur agak panas dan di lobi ada ac jadi dingin haha. Kami mandi sebentar di toilet yang ada di lobi sekalian ganti baju, lalu jam 11 kami pergi berjalan jalan di sekitar hostel. Tas backpacker kami titipkan di hostel :). kami cuma membawa tas selempang yang isinya, pasport, dompet, air minum, hp, dan sedikit snack :) Kami jalan jalan di sekitar hostel, hanya mengikuti kemana kaki melangkah.

                                                 (Singapura yang bersih dan cantik)


                                                (Salah satu kuil yang ramai di kunjungi)

Kebetulan di Singapura sedang hari libur, yaitu peringatan Deevali (entah tulisannya benar begini atau nggak,hehe), Hari besar agama Hindu sepertinya. Kuil-kuil sangat ramai di kunjungi dan jalan-jalan penuh dengan orang India menggunakan busana tradisional mereka. Setelah itu kami kembali ke hostel untuk check ini, karena kami baru bisa check in jam 14.00. Setelah istirahat sebentar kami mencari makan siang di sekitar hostel. Teman saya pernah cerita bahwa di belakang hostel ada makanan Indonesia dimana yang jual juga orang Indonesia, haha. Di Singapura kita tidak bisa asal membeli makanan, karena tidak semua makanan yang dijual adalah makanan halal, berbeda dengan di Malaysia. Kami membeli soto ayam dengan harga $4 singapur, kurang lebih 40rbuan lah, haha. Kalo di Indonesia sudah dapat soto daging 4 mangkok :D
                                                   (Soto ayam Pak Ali (kalo tdk salah))

Perjalan berlanjut, kami menuju ke Merlion Park, itu lo yang ada patung singa air mancur. Kami sempet beberapa kali bertanya kepada orang di sekitar bagaimana caranya menuju ke sana. Kami juga sempet tanya ke petugas. Jam jam pulang kerja MRT sangat ramai dan orang berjalan sangat cepat. Terlihat sekali budaya kerja orang Singapura. Jarang  terlihat orang yang berjalan santai. Nah, mungkin terbawa suasana dengan orang sekitar, kami terburu buru juga dan akhirnyaa, taraaa kami terpisah. So sad sih, mbolang pertama kali di Singapura dan Saya akhirnya get lost alone. Ini gara-gara kami memburu MRT. Akhirnya pas kami buru-buru masuk kereta, saya berhasil masuk, namun 2 teman saya gagal masuk ke dalam kereta. Dan akhirnya saya berhenti di stasiun berikutnya. kami sempat kode-kodean kalo ketemu di stasiun berikutnya. Saya menunggu beberapa saat, satu kereta lewat, saya lihat teman2 saya belum terlihat. kereya kedua lewat, masih nihil, dan akhirnya kereta ketiga juga nihil. Wah ini apajangan2 saya yang salah tujuan ya:(. Ini terjadi sebenernya karena rencana trip 4 hari, saya planning yg di malaysia, nah bagian negara Sgs, temen saya yg bikin ittenary,haha. Yah, pelajaran bahwa kalo meh mbolang beregu, semua anggota tim harus tau mau kemana, haha. Kami waktu itu mulai ngelab sih, jadi memang agak mencuri curi waktu.
                                                          (salah satu stasiun MRT)

                                                   (lukisan di lorong-lorong bawah tanah)

                                                  (lukisan di lorong-lorong bawah tanah)

Akhirnya saya jalan keluar dan mencoba mencari merlion park, zonk. saya muter2 pertokoan dan kantor2 yang besar. Saya amati mbak-mbak karyawan di Singapur ini banyak yang mirip anggota SNSD lo, cantik-canti, hahaha. yok mas mas, liburan cuci mata. Setelah beberapa kali naik MRT dan tanya petugas, berjalan agak ngawur2 juga, akhirnya sampai di merlion park. ALhamdlillah, saya coba cari temen2 saya. Duh mereka kok nggak ada, kemana ya? mereka sudah sampai sini apa belum. maklum kami low budget backpacker, jadi kami nggak punya nomor singapur untuk saling menghubungi. Saya agak lama di merlion park, sempet ketemu sama anak Surabaya yang lagi jalan-jalan bersama cowoknya dan ajudannya. wah anak jenderal ni, haha. Akhirnya saya balik sendiri ke hstel dan berharap bertemu teman-teman saya.

                                                        (Saya pas nyasar >.<)

Sekitar jam 8 saya sampai di hostel, di lapangan dekat hostel masih sangat ramai. Di sana banyak warga India yang berkumpul sambil makan dan "minum" namun disini mereka sama sekali tidak mengganggu pajaln kaki lainnya. Ini mungkin karena perayaan Deevali. Meskipun suasana agak "horor" bagi saya, tapi it is totally save. Saya kayak invisible man ketika lewat di dekat mereka. Saya bertanya ke resepsionis dan temen2 saya belum kembali, huhuhu. 15 menit kemudian temen-temen saya datang, dan kami bereuni kecil, ada yang sampai kakinya lecet-lecet kebanyakan jalan. Di sana kami bertemu dengan Angga anak AMIKOM jogja yang juga lagi backpackeran haha. Dia bilang katanya sempet ketemu saya di staisiun kereta, dengan muka lelah dsb (emang iya, lagi nyasar bro). Kami pergi makan malam bareng, nyari yang deket-deket hostel, ada masakan india yang halal. Nasi goreng.
                                                (dari kiri ke kanan, wiji, ika, saya, angga)                                

                                                     (nasi goreng sama blueband haha)

Selesai makan, kami balik ke histel, lalu mandi, terus tidur. Besok pagi kami berencana ke Sentosa Island.









Rabu, 19 Juli 2017

Rindu

I am not good enough to start a conversation. I really wanna talk to you, but I dont know what I should ask first. This is my problem, my big problem why I dont get along well with any men to start a seriuous relation. If you know what I feel. It is hard for me to believe and trust any men, some moments give me a bad experience about someone who just said that he was single and we are closer each other and at the end I found fact that he already had a special girlfriend. That is why I dont like to be too close to someone, especially men. Moving on from that is too hard for me. When I said I believe in you, its mean that I alrady give all of my trust and my heart to you. Whatever people said about you, I will not be bothered as long as I did not find what they said. Then you can explain to me what is the truth. 

Sometimes, I just want to say, Hi, I like you, what about you. If I a men, I am sure that I will said that. I have a faith that a men will proposed her girl anytime when he already believe in her 100%. Even they have a job or not. So, sometimes I just like to say, If I a men :D. IIts okay for me if my proposal will be accpeted or not, since I already said what I have to said. When I know the answer then I will go on the next step, whether to the next step of relationship or find another girl. 

Many men will yell at me, proposing a women is not as easy as you think. Come on, dont make it harder, I am a women. Just do what you to do. Ask us. Some woman are too introvert, either I am. I do believe that if you proposed a women, they will accpet it as long as you do it sincerely with all of you hearth.

So, fighting everyone.
Happy proposing for men and happy waiting for the women >.< 


Sabtu, 08 Juli 2017

Berbakti pada negara dan orang tua (serta Mertua)

10 Juli 2014, saya wawancara LPDP dan reviewer bertanya: "jika lulus nanti mau jadi apa?" "Saya ngin jadi dosen pak, saya ingin mengajar di universitas2 di daerah saya, di sekitar Blitar. Jadi setelah lulus saya akan mendaftr di universitas yang ada di Blitar, Kediri atau Tulungagung".

3 tahun kemudian, 21 Februari 2017 saya ikut tes dosen di STTN BATAN dan saya tidak lolos tes tulis. Kemudian 14 Juni 2017 saya kembali tes di IAIN Tulungaung. setelah lolos tahap 1, saya lanjut di wawancara dan alhamdulillah kembali lolos. meski belum resmi ketrima dan hanya sebagai DLB atau dosen luar biasa, sepertinya apa yang saya ucapkan, bisa saya laksanakan :D

Selama SMP saya gratis membayar SPP selama 5 semester (saat itu peringkat 1-3 paralel gratis bayar SPP selama 1 semester dan saya sempat dapat uang pembinaan sekian ratus ribu rupiah, tepatnya lupa berapa), kemudian SMA jsaya jadi siswa yang just so so. Lalu saat kuliah S1 saya mendapat beasiswa Outreach, kalo sekarang semacam bidik misi, jadi kuliah full gratis 4 tahun plus dapat biaya hidup bulanan. Kemudian S2 saya mendapat beasiswa LPDP kuliah gratis, plus biaya hidup dan segenap tunjangan pendidikan lainnya. Begitu banyak yang sudah negara berikan kepada saya. Lalu apa yang sudah saya berikan pada negara Indonesia?

Mungkin orang yang membaca ada yang berfikiran, huft dapet beasiswa gitu aja ditulis semua, dipamer pamerin. No, saya nggak pamer. Saya sedang flasback. Mungkin akan adil jika saya pergi ke luar Jawa dan mengabdi kepada rakyat Indonesia yang berada di daerah terluar. Namun saya menyadari bahwa, saya pribadi punya tanggungan utama untuk berbakti pada orang tua (dan mertua saya nantinya). Untuk saat ini saya rasa, stay di rumah sambi bekerja dan mencari jodoh adalah pilihan terbaik untuk saya :D Saya menepati janji saya untuk kembali ke daerah saya untuk mengabdi dan reviewer mengaminkan perkataan saya waktu itu. Beliau bilang "bagus ya kalo gitu, mau kembali ke daerah sendiri dan membangun daerah". Yes sir. I will do it. berbakti pada negara dan orang tua (serta mertua) bisa berjalan secara beriringan bukan :)

Berbakti untuk negeri penting, namun ingat orang tua (dan mertua) juga penting. :D

nb: kata mertua dalam kurung karena saya belum punya mertua sampai sekarang. ada yang mau mencarikan? hehehe :D